Kab.Bandung Ketikone – Pemerintah Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu). Hingga tahun 2026, tercatat sekitar tujuh unit rumah telah direalisasikan melalui sejumlah sumber pendanaan.
Sekretaris Desa Margahayu Selatan, Muhamad Ghifari Arfiansyah menyampaikan bahwa program Rutilahu yang telah berjalan bersumber dari beberapa program, di antaranya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), program Bunga Desa sebanyak dua titik, serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Alhamdulillah, untuk program Rutilahu di Desa Margahayu Selatan, pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan,” ujarnya.
Baca juga : Pemkab Bandung Dorong Kepastian Investasi melalui Penyesuaian LSD
Menurutnya, program tersebut tetap menjadi salah satu prioritas meskipun pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Bantuan rehabilitasi rumah dinilai sangat penting untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Ghifari juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program Rutilahu di Desa Margahayu Selatan, mulai dari pemerintah daerah melalui Disperkimtan hingga pihak-pihak terkait lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung program ini. Mudah-mudahan bantuan yang sudah direalisasikan dapat bermanfaat bagi masyarakat penerima dan meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa kebutuhan bantuan Rutilahu di wilayahnya masih cukup tinggi. Berdasarkan data pengajuan tahun 2026, terdapat sekitar 25 unit rumah yang belum terealisasi dan masih menunggu tindak lanjut.
Pemerintah desa berharap pengajuan tersebut dapat segera mendapatkan realisasi, sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan bisa merasakan manfaat program rehabilitasi rumah.
“Harapan kami, pengajuan yang masih tersisa ini dapat segera direalisasikan sebelum tutup tahun anggaran 2026. Sebab, masih banyak warga yang membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumahnya agar menjadi lebih layak huni,” pungkasnya.
Reporter : Den




