Kota Tasik Ketikone – Sejumlah massa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan Poros Pelajar menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Tasikmalaya. Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan kritik terhadap kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya serta mendesak agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya dimakzulkan.
Massa aksi menilai kinerja kepemimpinan Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini masih terkesan sebatas kegiatan seremonial. Mereka pun mempertanyakan sejauh mana capaian dan perubahan nyata yang telah dirasakan masyarakat selama perjalanan pemerintahan Kota Tasikmalaya.
Aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan kalangan pelajar untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengevaluasi jalannya pemerintahan, terutama menjelang refleksi 25 tahun Kota Tasikmalaya.
Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparuloh, menjelaskan bahwa substansi yang disampaikan massa berkaitan dengan refleksi kinerja pemerintahan selama 25 tahun.
Baca juga:Diky Chandra Bicara “Napas Kebaikan” di Maulid Nabi, Minta Doa dari NU
Menurut Asep, pihaknya akan menjadwalkan kembali pertemuan untuk menampung dan membahas aspirasi tersebut pada pekan depan.
“Sebetulnya yang mereka sampaikan itu tidak ada. Paling kita agendakan lagi. Mereka mempertanyakan yang berkaitan dengan refleksi kinerja pemerintah selama 25 tahun, tetapi mereka akan menyampaikan minggu depan,” ujar Asep Goparuloh kepada Ketikone.com seusai menghadapi massa aksi.
Sementara itu, Cipayung Plus dan Poros Pelajar tetap menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan di Kota Tasikmalaya. Mereka menuntut adanya evaluasi serius terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, bahkan mendesak agar keduanya dimakzulkan.
Tuntutan tersebut menjadi sorotan dalam aksi yang berlangsung di Balai Kota. Para pengunjuk rasa menghendaki agar evaluasi pemerintahan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan juga menyentuh capaian program, kebijakan publik, serta dampaknya terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca juga:Dulu Rusak Parah, Kini Mulus Berkat Usulan Bupati KDS Dikabulkan Prabowo
Aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan pelajar tersebut menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menjelaskan capaian pembangunan dan membuka ruang dialog dengan kelompok masyarakat yang menyampaikan kritik.
Reporter: Dit




