Beranda Ragam Berita Penyaluran KKS Tahap 3 di Kecamatan Margaasih Menyasar 172 KPM

Penyaluran KKS Tahap 3 di Kecamatan Margaasih Menyasar 172 KPM

50
0

Kab.Bandung Ketikone – Penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tahap ketiga kembali dilaksanakan di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyaluran bantuan sosial pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pendamping Sosial P3K Kementerian Sosial, Roni Sahroni, S.Si., mengatakan bahwa penyaluran KKS tahap ketiga tersebut merupakan kelanjutan dari dua tahap sebelumnya. Pada tahap ketiga ini, tercatat sebanyak 172 KPM yang mendapatkan penyaluran.

“Alhamdulillah, pada hari ini, Senin (28/9/2026) kita mendapatkan jadwal penyaluran KKS tahap ketiga. Sebelumnya sudah berjalan dua tahap, dan sekarang masuk tahap ketiga dengan jumlah sekitar 172 KPM,” ujar Roni.

Menurutnya, penyaluran tersebut mencakup enam desa di wilayah Kecamatan Margaasih, yakni Desa Lagadar, Desa Margaasih, Desa Nanjung, Desa Cigondewah Hilir, Desa Rahayu, dan Desa Mekarrahayu.

Secara umum, kegiatan penyaluran berjalan dengan lancar. Namun, pada saat pelaksanaan masih menunggu proses distribusi kartu KKS dari pihak BNI sebagai bank Himbara yang ditunjuk sebagai bank penyalur.

“Untuk kegiatan alhamdulillah berjalan seperti biasanya dan cukup lancar. Namun, kami masih menunggu dari pihak BNI selaku bank Himbara penyalur kartu KKS, karena sampai saat ini kartunya masih dalam perjalanan,” jelasnya.

Roni menjelaskan, bagi penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), besaran bantuan yang diterima sebesar Rp200.000 per bulan. Namun, kartu KKS yang baru diterima tidak serta-merta dapat langsung digunakan. Kartu tersebut masih memerlukan proses aktivasi dari pihak bank.

Baca juga :

“Untuk BPNT sebesar Rp200 ribu per bulan. Tetapi kartu yang sudah diterima tidak langsung aktif. Biasanya masih menunggu beberapa hari untuk proses aktivasi. Nantinya pihak bank akan memberikan informasi kepada pendamping terkait kartu yang sudah dapat diaktifkan,” katanya.

Roni juga mengimbau kepada seluruh KPM agar dapat memanfaatkan bantuan pemerintah tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan keluarga. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kartu KKS karena kartu tersebut berkaitan langsung dengan bantuan sosial yang diterima masyarakat.

Ia meminta KPM tidak memberikan kartu maupun PIN kepada orang lain dan tidak menempelkan PIN pada kartu KKS.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan bantuan dari pemerintah ini dengan baik. Kemudian yang tidak kalah penting, kartu KKS tolong disimpan dan dijaga dengan baik, jangan sampai berada di tangan orang lain,” tegasnya.

Menurut Roni, kehilangan kartu KKS dapat menimbulkan persoalan, terlebih apabila PIN juga ditempel atau disimpan bersama kartu. Kondisi tersebut berpotensi disalahgunakan oleh orang yang menemukan kartu.

“Ini sangat riskan karena berkaitan dengan bantuan berupa uang. Kalau kita tidak apik dan tidak teliti, kartunya bisa jatuh atau hilang. Apalagi kalau PIN ditempel di kartu, orang yang menemukan bisa saja langsung mencairkan bantuannya,” ungkapnya.

Karena itu, ia kembali mengingatkan seluruh KPM penerima KKS tahap ketiga untuk menjaga kartu, merahasiakan PIN, serta segera melaporkan apabila kartu mengalami kehilangan atau persoalan lainnya.

“Banyak keluhan terkait kartu yang hilang, kemudian PIN-nya ditempel sehingga ketika ditemukan orang lain bisa langsung digunakan. Jadi saya berharap KPM yang hari ini mendapatkan KKS benar-benar menjaga dan merawat kartunya,” pungkas Roni Sahroni, S.Si., Pendamping Sosiavl P3K Kementerian Sosial, yang sebelumnya dikenal sebagai TKSK.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini