Beranda Birokrasi Anak Tak Sekolah Jadi Perhatian, Wali Kota Tasikmalaya Minta Data ATS Diperkuat

Anak Tak Sekolah Jadi Perhatian, Wali Kota Tasikmalaya Minta Data ATS Diperkuat

15
0

Kota Tasik Ketikone — Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) tingkat Kecamatan Bungursari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam memastikan setiap anak memperoleh hak dan akses terhadap pendidikan.

Rakor diikuti para lurah, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kecamatan dan kelurahan, serta para kepala sekolah SD se-Kecamatan Bungursari. Turut hadir mendampingi Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dan Camat Bungursari.

Dalam rakor tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan pendataan Anak Tidak Sekolah, pemetaan berbagai faktor yang menyebabkan anak tidak bersekolah, serta penyusunan langkah tindak lanjut yang tepat sasaran.

Baca juga;Wawali Diky Candra Negara Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Kampung Nagarawangi

Koordinasi lintas sektor hingga tingkat kelurahan dinilai penting agar persoalan ATS dapat ditangani secara bersama-sama. Dengan data yang akurat dan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, kelurahan, serta masyarakat, diharapkan anak-anak yang belum bersekolah dapat kembali memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya penanganan ATS, sehingga tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan berharap penanganan Anak Tidak Sekolah dapat dilakukan secara serius dan berkelanjutan melalui sinergi seluruh pihak. Menurutnya, pendataan yang akurat menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi serta penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.

Baca juga:Apresiasi Pelestarian Budaya,Diky Candra Terima Penghargaan dari Yayasan Sanca Wulung Galunggung

Ia berharap melalui koordinasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah, setiap anak yang terdata sebagai ATS dapat segera mendapatkan solusi dan kembali memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.

“Jangan sampai ada anak di Kota Tasikmalaya yang kehilangan kesempatan untuk sekolah. Kita harus bersama-sama mencari penyebabnya dan memberikan solusi yang tepat,” harap Walikota

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini