Beranda Birokrasi Hasyim S. Djojohadikusumo: Saya Datang karena Percaya SMSI

Hasyim S. Djojohadikusumo: Saya Datang karena Percaya SMSI

18
0

Jakarta Ketikone — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengambil langkah strategis dengan mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa sebagai bentuk komitmen dalam merawat desa sekaligus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengukuhan yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (27/8/2026), mendapat perhatian khusus dari sejumlah tokoh nasional, termasuk Hasyim S. Djojohadikusumo yang hadir sebagai keynote speaker dalam dialog nasional.

Kehadiran Hasyim menjadi penegasan dukungannya terhadap program SMSI. Ia mengaku hadir karena memiliki kepercayaan terhadap organisasi yang menjadi salah satu konstituen Dewan Pers tersebut.

Baca juga:Wakil Wali Kota Diky Candra Apresiasi Solidaritas Driver Maxim Tasikmalaya

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” ujar Hasyim.

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., mengatakan program Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan langkah nyata SMSI untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan dan informasi di tingkat desa.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Menurutnya, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa juga menjadi momentum penting di tengah derasnya arus informasi dan situasi nasional yang berkembang dinamis.

Hasyim menilai kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Jakarta tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif.

Baca juga:SMSI Berkomitmen Gelorakan Desa Jadi Ujung Tombak Indonesia

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata bahwa Jakarta aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” ucapnya.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi sebagai pilot project, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Firdaus menjelaskan, lima provinsi tersebut menjadi tahap awal program sebelum dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh Indonesia.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI. Namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Hasyim juga menekankan pentingnya tanggung jawab besar insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Baca juga:Diky Candra Raih Galunggung Awards, Dedikasi Pelestarian Budaya Sunda Mendapat Apresiasi

Ia mengingatkan agar media tidak menyampaikan informasi yang menyesatkan, melainkan menyajikan berita secara utuh berdasarkan data dan fakta.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegasnya.

Hasyim secara khusus menyoroti fenomena informasi yang disampaikan tanpa konteks secara lengkap sehingga berpotensi menimbulkan distorsi terhadap berbagai kebijakan yang tengah menjadi prioritas pemerintah.

Terkait hal tersebut, ia mengungkapkan rencana untuk melakukan dialog dengan kalangan mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.

Menurutnya, hasil dialog tersebut akan menjadi bahan masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah.

Baca juga:SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media untuk Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, Hasyim juga merespons usulan Ketua Umum SMSI terkait kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah tidak lagi representatif untuk menampung berbagai aktivitas dan organisasi konstituen Dewan Pers.

Firdaus menyampaikan bahwa Gedung Dewan Pers merupakan episentrum dan salah satu pusat pengembangan dunia pers Indonesia, sehingga perlu mendapatkan perhatian untuk meningkatkan kelayakan dan kapasitasnya.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkap Firdaus.

Baca juga:Bupati Cecep Bertaruh pada Kualitas Birokrasi, Penunjukan Kurniawan Dinilai Langkah Strategis

Menanggapi usulan tersebut, Hasyim memberikan respons positif dan menyatakan akan menindaklanjutinya melalui komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menteri Komdigi, Meutya Hafid,” ujar Hasyim.

Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan dan aplaus dari para peserta yang hadir.

Kegiatan pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa dihadiri sekitar seratus peserta dan undangan dari berbagai daerah. Acara kemudian ditutup dengan dialog nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta pakar ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan kritis dari peserta dan dipandu oleh Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto.

Reporter: Ek

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini