Tasikmalaya Ketikone – Komitmen penguatan peran intelektual keumatan kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja dan Pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, sekaligus menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sarjana Nahdlatul Ulama di tingkat daerah. Kamis 12 Pebruari 2026.
Rapat kerja dan pembentukan PAC ISNU bukan sekadar agenda struktural organisasi, melainkan bagian dari upaya strategis untuk memperluas peran kaum intelektual dalam menjawab dinamika dan tantangan pembangunan. ISNU sebagai wadah berhimpunnya kalangan akademisi, profesional, dan sarjana NU diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata melalui pemikiran kritis, kajian ilmiah, serta pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat keorganisasian, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran ISNU hingga ke tingkat kecamatan. Pembentukan PAC dipandang sebagai langkah konkret dalam memperkuat basis gerakan intelektual keumatan, sekaligus memperpendek jarak antara gagasan akademik dengan realitas sosial di tengah masyarakat. Dengan struktur yang lebih kuat, ISNU diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi, edukasi, dan pemberdayaan berbasis keilmuan.
Baca juga:Raut Muram Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Alarm Serius untuk Komunikasi Internal Pemkot
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan langkah progresif ISNU Kabupaten Tasikmalaya dalam memperkuat organisasi. Menurutnya, peran kalangan sarjana memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam merumuskan solusi berbasis pengetahuan, data, dan pendekatan akademik. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan program fisik, tetapi juga gagasan, inovasi, serta kontribusi pemikiran yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan intelektual keagamaan menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. ISNU dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah, baik dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan literasi masyarakat, hingga mendorong pemberdayaan sosial dan ekonomi berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.
Keberadaan ISNU di tingkat kecamatan juga diharapkan mampu menjadi ruang produktif bagi lahirnya berbagai gagasan konstruktif. Kalangan sarjana NU didorong untuk tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai pelaku perubahan yang aktif memberikan kontribusi nyata. Peran intelektual keumatan, sebagaimana ditekankan dalam kegiatan tersebut, harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kebangsaan.
Baca juga :Wabup Asep Sopari Al Ayubi Dorong Penguatan Kinerja Bappelitbangda
Forum rapat kerja tersebut juga menjadi ajang konsolidasi pemikiran dan penguatan visi organisasi. Para peserta menegaskan pentingnya ISNU sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tantangan era digital, perubahan sosial, serta dinamika global menuntut kalangan intelektual untuk terus berinovasi dan mengambil peran aktif dalam pembangunan peradaban.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, dihadiri jajaran pengurus PCNU Kabupaten Tasikmalaya, pengurus ISNU, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan intelektual Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus memperteguh komitmen bersama dalam membangun daerah melalui kontribusi pemikiran, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Reporter: Dit




