Kota Tasik Ketikone – Panen raya melon di Grand House Karang Resik menjadi momentum penting bagi perkembangan sektor pertanian modern di Kota Tasikmalaya. Rabu 10 Desember 2025.
Dalam musim panen kali ini, para petani milenial berhasil memanen lebih dari 4 ton melon premium, sebuah capaian yang tidak hanya menunjukkan keberhasilan teknis dalam budidaya, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya minat generasi muda dalam mengembangkan pertanian bernilai tinggi.
Melon yang dibudidayakan merupakan varietas unggulan dengan kualitas premium. Di Grand House Karang Resik, harga jualnya berada di kisaran Rp250 ribu per buah, sebuah angka yang sudah cukup fantastis. Namun di sejumlah daerah lain di Indonesia, varietas serupa bahkan dapat mencapai harga hingga Rp1 juta per buah, menunjukkan besarnya potensi pasar dan nilai ekonomi dari komoditas ini.
Baca juga:Akhiri Rangkaian Pasar Murah, Pemkot Tasikmalaya Mantapkan Ketahanan Pangan Warga
Melon premium ini diminati karena rasanya yang sangat manis, tekstur daging buah yang lembut, serta tampilannya yang eksotis, sehingga menjadi favorit di pasar buah berkualitas tinggi.
Kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, dalam kegiatan panen raya menambah semangat para petani muda. Diky menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani milenial yang telah menunjukkan bahwa pertanian kini tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional, tetapi sebagai industri kreatif yang mampu menghasilkan keuntungan besar apabila dikelola dengan inovasi dan teknologi.
Menurutnya, apa yang dilakukan para petani milenial di Grand House merupakan bentuk transformasi positif yang harus terus didorong. Mereka mampu membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi peluang karier yang menjanjikan, sekaligus membuka jalan bagi penguatan ekonomi lokal.
Baca juga:Wabup Asep Sopari Dorong HIPMI Jadi Penggerak Ekonomi Baru Tasikmalaya
Hasil panen yang melimpah dan bernilai tinggi ini juga secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, serta ikut berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran, terutama di kalangan anak muda yang kini menemukan ruang baru untuk berkarya.
Diky Candra berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola Grand House Farm, dan komunitas petani milenial dapat terus ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan ekosistem pertanian modern yang berkelanjutan,mulai dari edukasi, akses modal, pendampingan teknis, hingga pembukaan pasar, agar Tasikmalaya mampu menjadi sentra komoditas hortikultura premium yang dikenal luas. “Harap Diky
Panen 4 ton melon di Karang Resik bukan hanya perayaan hasil tani, tetapi juga simbol dari bangkitnya pertanian kreatif yang digerakkan oleh generasi muda. Dengan komitmen dan inovasi yang terus ditingkatkan, Tasikmalaya berpeluang besar menjadi daerah yang mampu bersaing dalam produksi buah premium di tingkat nasional.
Reporter:Dit




