Kota Tasik Ketikone – Gerakan Serempak Tasik Bersih yang digagas Forum Pelajar Tasikmalaya di kawasan Dadaha, Sabtu lalu (29/11/2025), justru menghadirkan ironi. Di tengah semangat para pelajar yang turun langsung membersihkan lingkungan, tidak tampak satu pun perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya yang hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kondisi ini memunculkan sorotan tajam, terutama dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra Negara. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya ketika melihat para pelajar bekerja keras dengan keterbatasan sarana dan anggaran, namun tetap kompak dan menunjukkan aksi nyata.
“Saya malu sama Forum Pelajar. Ini baru pertama kali mereka bikin aksi bersih-bersih, sederhana, anggarannya seadanya, tapi luar biasa,” ujar Diky dengan nada tegas namun mengapresiasi.
Baca juga:Wabup Asep Sopari Ungkap Langkah Konkret Cegah Bencana di Tasikmalaya
Diky mengaku bangga melihat semangat generasi muda yang begitu peduli terhadap lingkungan, tetapi di sisi lain ia merasa malu karena instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam isu kebersihan kota justru tak terlihat. Ia berharap tahun depan kegiatan serupa mendapatkan dukungan yang lebih besar, termasuk dari perusahaan-perusahaan melalui program CSR.
“Saya berharap tahun depan ada dukungan CSR dari perusahaan-perusahaan di Kota Tasikmalaya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Diky juga menyinggung mental sebagian pejabat yang ia nilai masih kurang memiliki sensitivitas terhadap isu-isu strategis seperti kebersihan, kemiskinan, hingga stunting. Menurutnya, perubahan mentalitas pejabat menjadi faktor penting dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing.
Baca juga:Wujud Kepedulian Pendidikan, Wali Kota Viman Distribusikan Bantuan Tasik Pintar
Gerakan para pelajar ini, kata Diky, menjadi tamparan sekaligus pengingat bahwa kepedulian tidak harus menunggu anggaran besar maupun instruksi panjang. Aksi kecil yang dilakukan dengan ketulusan justru mampu menggerakkan kesadaran publik dan memalukan pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab. “Tegas Diky Candra
Reporter:Dit




