Beranda Birokrasi Peluncuran Daikokuten School di Tasikmalaya: Membuka Peluang Karier Internasional bagi Pemuda Indonesia

Peluncuran Daikokuten School di Tasikmalaya: Membuka Peluang Karier Internasional bagi Pemuda Indonesia

198
0

Tasikmalaya,Ketikone.com — Momentum penting terukir dalam kerja sama bilateral Indonesia–Jepang melalui peluncuran program pendidikan vokasi Daikokuten School di Kota Tasikmalaya pada Minggu, 9 November 2025. Inisiatif strategis ini membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk menembus karier internasional yang kompetitif.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara LPK Mulia Mandiri Abadi (MMA), GAIA International, dan Daikokuten Bussan Company, salah satu jaringan ritel terbesar di Jepang. Dengan tujuan menyiapkan tenaga kerja Indonesia (PMI) yang terampil, profesional, serta berdaya saing global, Daikokuten School menjadi tonggak persiapan sumber daya manusia unggul.

Peresmian Dihadiri Tokoh Penting Indonesia–Jepang

Peluncuran di Tasikmalaya dihadiri Presiden Direktur Daikokuten Bussan Company, Mr. Masahiko Oga, yang datang dari Okayama, Jepang. Ia didampingi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi R., serta jajaran LPK MMA dan GAIA International.

Sebelumnya, rombongan menggelar welcoming dinner di Sakura Room, Hotel Santika Tasikmalaya, sebagai forum diskusi strategis penyelarasan Daikokuten School dengan 7 program prioritas Pemkot Tasikmalaya.

Model Pendidikan Vokasi Terintegrasi Link and Match

Direktur LPK MMA, M. Abdul Karim, menjelaskan bahwa Daikokuten School bukan sekadar kursus bahasa Jepang, melainkan ekosistem pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri Jepang.

“Program ini menjawab dua kebutuhan utama: tenaga kerja Jepang yang loyal dan terampil serta pemuda Indonesia yang membutuhkan jalur karier jelas dan aman di luar negeri,” ujarnya.

Para siswa dibekali kemampuan bahasa Jepang (Nihongo), soft skill dan hard skill di industri ritel modern, serta nilai budaya kerja seperti Kaizen (perbaikan berkelanjutan) dan Omotenashi (layanan sepenuh hati). Kurikulum dibuat langsung bersama perusahaan penerima sehingga pembelajaran benar-benar relevan dengan pekerjaan di Jepang.

Daikokuten Bussan Company mengelola 206 cabang supermarket di Jepang dengan lebih dari 9.000 karyawan. Mr. Masahiko Oga menyampaikan keyakinan dan apresiasi terhadap tenaga kerja Indonesia.

“Kami percaya potensi luar biasa anak muda Indonesia. Ini lebih dari membuka sekolah, tapi membangun jembatan kerja sama jangka panjang antara Jepang dan Indonesia,” tuturnya.

Tasikmalaya sebagai Pusat Nasional Pendidikan Vokasi

Mewakili GAIA International, Yuri menjelaskan bahwa meski berbasis di Tasikmalaya, sekolah ini bersifat nasional dan menarik peserta dari berbagai daerah seperti Bengkulu dan Sumatera. Fokusnya adalah pada pemuda yang berkomitmen dan siap ditempa.Sinergi dengan Program Unggulan Pemkot Tasikmalaya: TASIK PELAKWali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi R., menilai program ini sejalan dengan TASIK PELAK (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan) yang digagas Dinas Ketenagakerjaan. Ia menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai pelaku utama dalam era globalisasi.

Pemkot telah mengirim 14 peserta angkatan perintis yang akan menjalani pelatihan di LPK MMA sebagai persiapan bekerja di Jepang, sekaligus belajar membawa nilai etos kerja yang dapat membangun ekonomi daerah.

Investasi Jangka Panjang SDM ProfesionalWali Kota memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan menilai program ini meringankan beban pemerintah dalam menyiapkan generasi muda produktif dan berdaya saing tinggi.

Direktur MMA menekankan pembelajaran kedisiplinan dan budaya hidup Jepang yang diajarkan, mulai dari cara membuang sampah, mencuci tangan dengan sanitizer, hingga kebiasaan membawa lap tangan, untuk membentuk karakter unggul dan profesional.

 

Jurnalis: dan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini