Kota Tasik Ketikone – Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dalam manajemen kedaruratan bencana bagi seluruh camat dan lurah se-Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam yang kerap melanda wilayah Tasikmalaya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candra Negara dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem tanggap darurat di tingkat paling bawah. Menurutnya, camat dan lurah memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam penanganan awal bencana, baik dalam tahap mitigasi, tanggap darurat, maupun rehabilitasi. “kata Diky
“Kita ingin setiap camat dan lurah memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam manajemen kedaruratan. Karena mereka adalah pihak pertama yang harus mampu mengambil keputusan cepat dan tepat ketika bencana terjadi,” Ujar Diky Candra
Materi pelatihan mencakup pengenalan sistem komando tanggap darurat, strategi komunikasi kebencanaan, penyusunan rencana kontinjensi, hingga simulasi penanganan bencana di tingkat kelurahan. BPBD juga menggandeng sejumlah narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan akademisi yang berpengalaman di bidang manajemen krisis.
Kepala BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar S, menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama antara aparatur pemerintahan, relawan, dan masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah kota menargetkan terbangunnya sistem penanggulangan bencana yang responsif, cepat, dan berbasis partisipasi masyarakat.
“Bencana tidak bisa kita cegah, tapi dampaknya bisa kita minimalkan. Oleh karena itu, kapasitas aparatur harus terus ditingkatkan agar bisa melindungi masyarakat secara maksimal,” ujarnya Ucu Anwar Jum,at 24 Oktober 2025.
Para peserta pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Banyak lurah dan camat menilai pelatihan semacam ini penting karena Tasikmalaya merupakan daerah yang rawan bencana, terutama banjir, longsor, dan gempa bumi. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, mereka merasa lebih siap dalam mengantisipasi dan menanggulangi situasi darurat di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah yang tangguh bencana, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi terciptanya rasa aman dan kesiapsiagaan bersama di setiap lini wilayah.
Reporter:Dit




