Beranda Daerah Dadaha Kian Kumuh, Wajah Olahraga Kota Tasikmalaya Memudar!

Dadaha Kian Kumuh, Wajah Olahraga Kota Tasikmalaya Memudar!

641
0
Exif_JPEG_420

Kota Tasik Ketikone – Kawasan sarana olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya kini tampak memprihatinkan. Area yang seharusnya menjadi pusat kebugaran dan rekreasi warga itu terlihat kumuh dan tidak tertata dengan baik. Sejumlah kios pedagang berdiri semrawut di sekitar area olahraga, membuat lingkungan terlihat padat dan kurang nyaman.

Selain itu, kondisi fasilitas olahraga juga mulai menurun, dengan beberapa lapangan yang rusak dan area jogging track yang tak terawat. Banyak warga menilai, kawasan Dadaha kini kehilangan identitasnya sebagai ruang publik yang bersih, hijau, dan ramah bagi masyarakat.

Beberapa pengunjung berharap pemerintah kota segera melakukan penataan ulang kawasan Dadaha, agar fungsi utamanya sebagai sarana olahraga dan ruang publik bisa kembali optimal tanpa mengorbankan keberadaan pedagang kecil. Penataan yang baik antara fasilitas olahraga dan area ekonomi rakyat menjadi harapan bersama warga Tasikmalaya.

Kawasan sarana olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya yang dulu dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat kini terlihat jauh dari kesan tertib dan nyaman. Area yang semestinya menjadi ruang hijau dan tempat berolahraga bagi warga itu, kini berubah wajah menjadi kawasan yang kumuh dan semrawut. Di berbagai sudut, tampak kios pedagang berdiri tidak beraturan, bahkan sebagian menempati area yang seharusnya menjadi jalur pejalan kaki dan fasilitas umum.

Pemandangan tersebut kian menegaskan kurangnya perhatian dari pihak terkait terhadap tata kelola kawasan Dadaha. Banyak warga mengeluhkan kondisi ini karena fasilitas olahraga yang ada pun mulai rusak,mulai dari lintasan jogging, lapangan yang tak terawat, hingga area parkir yang kerap dipenuhi lapak pedagang. Akibatnya, fungsi utama Dadaha sebagai sarana olahraga dan rekreasi masyarakat perlahan memudar, tergantikan dengan aktivitas perdagangan yang tidak teratur.

Sebagian pedagang memang mengaku terpaksa berjualan di area itu karena faktor ekonomi. Namun tanpa penataan yang baik, keberadaan mereka justru menambah kesan semrawut dan membuat pengunjung merasa tidak nyaman. Banyak warga berharap agar Pemerintah Kota Tasikmalaya segera turun tangan melakukan penataan menyeluruh, baik terhadap fasilitas olahraga maupun keberadaan pedagang kaki lima di kawasan tersebut.

Penataan yang terencana bukan hanya akan mengembalikan wajah Dadaha menjadi lebih bersih dan tertib, tetapi juga bisa memberikan ruang yang layak bagi para pelaku usaha kecil agar tetap dapat beraktivitas tanpa mengganggu fungsi utama kawasan. Warga percaya, jika dikelola dengan baik, Dadaha bisa kembali menjadi kebanggaan Kota Tasikmalaya, sebuah ruang publik yang sehat, rapi, dan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan untuk berolahraga dan berinteraksi sosial.

Reporter:Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini