Beranda Birokrasi Indikasi Punya Dapur MBG, Ketua DPRD Aslim:Saya Tidak Punya Dapur SPPG

Indikasi Punya Dapur MBG, Ketua DPRD Aslim:Saya Tidak Punya Dapur SPPG

515
0
Exif_JPEG_420

Kota Tasik Ketikone – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Cabang Kota Tasikmalaya melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Kamis 25 September 2025

Mereka menyoroti soal carut marutnya progam Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tasikmalaya yang saat ini menimbulkan banyak masalah terutama malah makanan bergizi untuk anak yang malah membuat anak keracunan termasuk adanya potensi kebocoran anggaran negara dalam program tersebut

Bahkan mereka juga mengkritisi adanya keterlibatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang memonopoli pendirian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya.

Ada beberapa Anggota DPRD dan pejabat Kota Tasikmalaya yang disinyalir memiliki dapur SPPG yang antara lain dari Fraksi Gerindra, Aslim dan Gilman Mawardi, Fraksi Golkar Nurul Awalin serta Nanang Suhara Sekdis Pendidikan, Imas Maswati Kepala Bidang Dinsos dan Yadi pejabat di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya.

Mereka menuntut agar program MBG ini benar-benar memberikan dampak besar bagi peningkatan gizi masyarakat khususnya anak-anak bukan malah menjadi bancaan bisnis bagi para anggota DPRD dan juga pejabat dilingkungan Pemkot Tasikmalaya.

Saat itu para mahasiswa meminta agar semua anggota DPRD dan pejabat Pemkot yang memiliki dapur SPPG hadir dalam aksi tersebut dan berkumpul di halaman depan gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Bakar Ban Bekas Aksi mahasiswa tersebut dijaga ketat oleh ratusan anggota kepolisian dan tidak bisa masuk ke area gedung DPRD.

Setelah bergantian melakukan orasi, para mahasiswa melakukan pembakaran ban bekas. Asap hitam pun memenuhi halam gedung DPRD. Aksi mahasiswa tersebut terhenti saat hujan lebat mengguyur wilayah gedung DPRD yang kemudian dilanjutkan dengan dialog di gedung serbaguna DPRD yang ada dibagian belakang gedung.

Sementara Ardiana Nugraha Ketua Cabang PMII Kota Tasikmalaya mengatakan aksi ini sengaja dilakukan agar program MBG bisa benar benar meningkatkan gizi masyarakat dan bukan hanya berorientasi pada.bisnis yang pada akhirnya menurunkan kualitas makanan Yang diberikan kepada anak-anak.

“Kami juga menuntut agar tidak ada pejabat yang terlibat, sehingga menyebabkan konflik kepentingan dalam program ini,” tegasnya.

Menurut Ardiana Nugraha presiden Prabowo menggulirkan program MBG ini untuk menyiapkan generasi emas di 2045. Namun dalam perjalanannya malah bertranformasi menjadi program makan buat Gerindra, karena ada indikasi program ini bergulir di kalangan kader Gerindra.

Anggaran Bocor Tiap Hari Selain iru anggaran 10.000 untuk satu porsi makan bergizi bagi anak-anak, namun pada kenyataannya nilai yang jadi program MBG ini hanya Rp 6000 sampai Rp 7000 saja. Artinya ada praktek korupsi setiap hari dalam program MBG ini.

“Program MBG ini sangat rawan korupsi dan jangan sampai menjadi program makan Bancakan gratis dan malah mengorbankan gizi anak-anak dan malah menjadi biang penyakit. Kami akan terus kawal agar program ini benar-benar mampu meningkatkan gizi anak-anak,” tegasnya.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim mengatakan pihaknya akan menampung semua masukan yang disampaikan para mahasiswa dalam mengawal program MBG yang digulirkan presiden Prabowo Subianto. “Kami DPRD akan sangat merespon aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat siapapun itu termasuk PMII.” katanya.

Selain Dialihkan Total pihaknya akan melakukan kajian terhadap regulasi yang menyangkut program MBG ini. Ia juga sepakat bahwa program MBG ini harus benar-benar mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Kota Tasikmalaya.

Mengenai adanya tuduhan memiliki dapur SPPG, Aslim dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki dapur SPPG seperti yang dituduhkan oleh para mahasiswa.

“Saya dengan tegas menyatakan bahwa saya tidak punya dapur SPPG dan saya tidak mengelola MBG,” tegas Aslim saat di Temui di ruang kerjanya

Reporter:Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini