Beranda Ragam Berita BUMDes Marsela Mahardika Margahayu Selatan Fokus Evaluasi Ketahanan Pangan dan Kembangkan Program...

BUMDes Marsela Mahardika Margahayu Selatan Fokus Evaluasi Ketahanan Pangan dan Kembangkan Program Usaha Baru

22
0

Kab Bandung Ketikone – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marsela Mahardika, Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, terus menjalankan dan mengevaluasi sejumlah program ketahanan pangan yang telah direalisasikan. Hingga akhir 2026, fokus kegiatan diarahkan pada pemeliharaan usaha yang sudah berjalan serta penyelesaian pembangunan hidroponik melon baru di RW 17.

Pengurus BUMDes Marsela Mahardika, Firman Firdaus, mengatakan bahwa saat ini belum ada penambahan program ketahanan pangan baru selain pembangunan fasilitas hidroponik melon di RW 17 yang tengah memasuki tahap finalisasi.

Menurutnya, kegiatan BUMDes saat ini lebih difokuskan pada monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah program yang telah berjalan, sekaligus memastikan keberlangsungan usaha yang sudah dikembangkan.

“Untuk kegiatan baru, sementara belum ada selain pembangunan hidroponik melon di RW 17. Kegiatan kami sekarang lebih banyak melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program ketahanan pangan yang sudah terlaksana,” ujar Firman.

Ia menjelaskan, untuk usaha hidroponik melon di RW 10 dan RW 12 yang sudah beroperasi, pengelola telah menyelesaikan masa panen dan kini memasuki tahap sterilisasi lahan serta fasilitas sebelum dilakukan penanaman kembali.

Baca juga : Pemkab Bandung Dorong Kepastian Investasi melalui Penyesuaian LSD

Proses tersebut dilakukan untuk mempersiapkan siklus produksi berikutnya. Jika sesuai rencana, penanaman baru diperkirakan dapat dimulai pada pekan berikutnya.

Selain hidroponik melon, BUMDes Marsela Mahardika juga terus memantau sejumlah usaha ketahanan pangan lainnya, di antaranya peternakan domba di RW 13, peternakan ayam kampung di RW 2, serta budidaya hidroponik sayuran di RW 14.

Firman menegaskan, pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap unit usaha tetap berjalan dan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Terkait kemungkinan perluasan program ke wilayah RW lainnya, ia menyampaikan bahwa penambahan kegiatan ketahanan pangan belum dapat dilakukan pada akhir tahun ini karena anggaran yang tersedia telah direalisasikan untuk program sebelumnya.

“Anggaran kami pada 2026 sebesar Rp44 juta dan sudah dilaksanakan untuk program ketahanan pangan. Jadi, kemungkinan penambahan program baru baru bisa direncanakan pada 2027, dengan melihat kondisi dan ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, khusus untuk usaha hidroponik melon, BUMDes terlibat langsung dalam pengelolaan, terutama pada aspek teknis seperti pemenuhan nutrisi tanaman dan penanganan penyakit. Meski demikian, partisipasi masyarakat setempat tetap diharapkan, sebagaimana keterlibatan warga RW 17 dalam pemeliharaan fasilitas hidroponik.

Di luar sektor ketahanan pangan, BUMDes Marsela Mahardika juga menyiapkan pengembangan usaha melalui optimalisasi program ritel dan program sedekah sampah plastik. Kedua program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kegiatan usaha BUMDes sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan demikian, pengembangan BUMDes Marsela Mahardika ke depan tidak hanya bertumpu pada sektor ketahanan pangan, tetapi juga diarahkan pada diversifikasi usaha yang berpotensi mendukung perekonomian desa.

Firman berharap, program-program yang telah berjalan dapat terus dipelihara dan dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran, sehingga keberadaan BUMDes mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini