Beranda Ragam Berita Sapa Pesona Budaya Bedas Tutup Rangkaian 2026 di Desa Sukamanah, Disbud Kabupaten...

Sapa Pesona Budaya Bedas Tutup Rangkaian 2026 di Desa Sukamanah, Disbud Kabupaten Bandung Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

13
0

Kab.Bandung Ketikone – Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad SE., MM, menutup rangkaian program Sapa Pesona Budaya Bedas 2026 melalui pagelaran budaya yang digelar di Desa Sukamanah, Kecamatan Paseh, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi pagelaran ke-12 sekaligus penutup rangkaian yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, lrvan Ahmad, mengatakan kegiatan yang juga dikenal sebagai Pagelaran Baraya Bedas mengusung semangat bersama menjaga keragaman budaya sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional yang diperingati setiap 17 Oktober.

“Hari ini kami hadir di Desa Sukamanah untuk menyelenggarakan Pagelaran Sapa Pesona Budaya Bedas. Ini merupakan pagelaran kedua belas sekaligus yang terakhir pada tahun 2026. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Baca juga : Kirab Santri dan Napak Tilas Pesantren Meriahkan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya

Menurutnya, Desa Sukamanah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena telah menjadi bagian dari perencanaan program kerja Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung. Selain itu, pelaksanaan tahun ini bertepatan dengan peringatan Milangkala Ke -44 Desa Sukamanah, sehingga menambah makna penyelenggaraan Acara.

Irvan mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang telah memadati lokasi sejak pagi. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Paseh, Kepala Desa Sukamanah, para tokoh budaya, pimpinan paguron pencak silat, komunitas seni budaya, hingga masyarakat yang berbaur dalam berbagai pertunjukan.

“Yang sangat membanggakan adalah besarnya animo masyarakat. Sejak pagi seluruh unsur budaya, para pimpinan paguron, komunitas seni budaya, hingg masyarakat tumpah ruah menyelenggarakan kegiatan ini bersama – sama, “katanya.

Lebih jauh, Irvan menegaskan pelestarian budaya tidak boleh berhenti sebatas pertunjukan seni semata. Menurutnya, budaya harus menjadi bagian dari filosofi pembangunan Kabupaten Bandung dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Budaya harus terus hidup. Budaya menjadi falsafah dalam setiap aspek pembangunan. Kami ingin budaya bukan hanya sekedar dipertontonkan sebagai warisan leluhur, tetapi juga berkontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,”pungkasnya.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini