Beranda Daerah Kemacetan di Jembatan Haji Mas Cigondewah Hilir, Pemdes Dorong Jasa Marga Tambah...

Kemacetan di Jembatan Haji Mas Cigondewah Hilir, Pemdes Dorong Jasa Marga Tambah Ruas Jalan

16
0

Kab.Bandung Ketikone – Kemacetan lalu lintas di kawasan Jembatan Haji Mas, Jembatan Tol KM 131,Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, khususnya di perbatasan Kota Bandung, menjadi keluhan masyarakat. Sempitnya akses jembatan layang (flyover) yang hanya memiliki satu ruas jalan dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan panjang, terutama pada pagi dan sore hari.

Warga setempat , Deni (40) mengungkapkan bahwa kondisi jembatan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih 25 tahun. Selain akses jalan yang sempit, kondisi bagian jembatan di sisi lainnya juga dinilai sudah mengalami kerusakan cukup parah.

Menurutnya, kemacetan semakin terasa ketika kendaraan berukuran besar melintas di kawasan tersebut. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat dan membuat pengguna jalan harus menghabiskan waktu lebih lama dalam perjalanan.

Baca juga :Festival Santri Nusantara Cigondewah Hilir Jilid ke-8 Diikuti 277 Santri, Perebutkan Piala Bergilir

“Kami merasa prihatin melihat kondisi ini. Kasihan warga yang setiap hari melintasi jembatan karena kemacetannya bisa mengular panjang. Kami berharap Jasa Marga dan pemerintah setempat memberikan perhatian serius agar persoalan ini segera ditangani,” ungkap Deni.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Cigondewah Hilir, H. Syae’ul Huda SH, menjelaskan bahwa persoalan sempitnya akses flyover di kawasan Tol Purbaleunyi, yang diperkirakan berada di sekitar kilometer 131, memang sudah lama menjadi perhatian pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menjelaskan, jalan arteri di kawasan tersebut telah ada sebelum pembangunan Tol Purbaleunyi. Namun, setelah pembangunan jalan tol, akses jalan arteri dibuat melintasi jalan tol melalui sebuah jembatan layang yang hingga kini hanya memiliki satu ruas.
Kondisi tersebut menyebabkan arus kendaraan dari kedua arah harus melewati akses yang terbatas. Akibatnya, kepadatan lalu lintas kerap terjadi setiap hari, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore.

Pemerintah Desa Cigondewah Hilir, lanjutnya, telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak Jasa Marga. Upaya dilakukan melalui kunjungan langsung maupun pengiriman surat resmi. Namun, hingga saat ini, pihak desa mengaku belum mendapatkan tanggapan yang memadai.

“Kami sudah beberapa kali datang untuk menyampaikan persoalan ini, bahkan sudah beberapa kali bersurat kepada Jasa Marga. Namun, sampai sekarang belum ada tanggapan yang jelas, sementara kondisi jalan masih tetap seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian bersama, baik Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kota Bandung, maupun pihak terkait lainnya, untuk mendorong Jasa Marga segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi kemacetan.
Salah satu solusi yang diharapkan adalah penambahan ruas jalan pada jembatan layang tersebut sehingga tersedia dua jalur yang dapat mengakomodasi arus kendaraan dari kedua arah secara lebih lancar.

Menurutnya, penanganan kemacetan ini membutuhkan koordinasi dan dukungan berbagai pihak, mengingat akses tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di kawasan perbatasan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Ia juga berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat turut mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pihak Jasa Marga dan pemerintah daerah.

“Harapan kami, ke depan jembatan ini bisa ditambah menjadi dua ruas, sehingga arus kendaraan lebih lancar dan kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi,” pungkasnya.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini