Kab.Bandung Ketikone – Pemerintah Desa Cigondewah Hilir kembali menyelenggarakan Festival Santri Nusantara (FSN) yang memasuki jilid kedelapan. Kegiatan tahunan ini diikuti hampir 30 madrasah di Desa Cigondewah Hilir dan menjadi salah satu upaya untuk membina generasi muda yang berakhlak, berilmu agama, serta memiliki kreativitas.
Kepala Desa Cigondewah Hilir, H. Syae’ul Huda SH, mengatakan bahwa pelaksanaan FSN tahun ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, dengan berbagai perlombaan yang digelar di dua lokasi, yakni Kantor Desa Cigondewah Hilir dan Madrasah Al-Syofa di RW 2.
Menurutnya, terdapat penyesuaian jumlah mata lomba dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada pelaksanaan sebelumnya terdapat sekitar 15 mata lomba, tahun ini beberapa di antaranya dikurangi sebagai bentuk penyesuaian terhadap efisiensi anggaran.
“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali menyelenggarakan Festival Santri Nusantara yang sudah memasuki jilid kedelapan. Pesertanya berasal dari hampir 30 madrasah di Desa Cigondewah Hilir. Memang ada beberapa mata lomba yang kita kurangi karena efisiensi anggaran,” ujar H. Syae’ul Huda.
Ia menjelaskan, puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Kamis melalui festival kostum karnaval yang mengusung kreativitas berbahan daur ulang. Para peserta akan menampilkan kostum terbaik dengan memanfaatkan berbagai material bekas, seperti plastik dan bahan organik berupa daun-daunan.
Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya menjadi ajang kreativitas para santri, tetapi juga sarana edukasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Untuk karnaval tahun ini, kostum yang ditampilkan menggunakan bahan-bahan daur ulang, seperti plastik dan sampah organik berupa daun-daunan. Kami berharap anak-anak bisa berkreasi sekaligus belajar menjaga lingkungan,” jelasnya.
Piala Bergilir Kembali Diperebutkan
Dalam pelaksanaan FSN ke-8 ini, piala bergilir kembali diserahkan kepada panitia untuk diperebutkan oleh seluruh madrasah peserta. Sebelumnya, piala tersebut dipegang oleh Madrasah Nurul Karomah yang berada di RW 6.
Penyerahan kembali piala bergilir itu menjadi bagian dari tradisi kompetisi antar madrasah yang diharapkan mampu meningkatkan semangat, sportivitas, dan motivasi para santri untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
Selain piala dan penghargaan, panitia juga menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan bagi madrasah serta peserta yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan.
Dukungan juga datang dari para donatur dan pelaku usaha di Desa Cigondewah Hilir. Beragam hadiah menarik disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari kulkas, mesin cuci, kompor, setrika, hingga sejumlah peralatan elektronik lainnya.
H. Syae’ul Huda SH, menyampaikan usai pembukaan di Gor Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih (21/10/2026), apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, terutama para pengelola madrasah yang selama ini berperan dalam membina dan mendidik anak-anak di lingkungan Desa Cigondewah Hilir.
Ia juga mengapresiasi para pengusaha dan donatur yang memberikan dukungan melalui penyediaan hadiah bagi para peserta. Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap pendidikan keagamaan sekaligus motivasi agar para santri semakin giat belajar dan mengaji.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh madrasah yang telah bekerja keras membina anak-anak Desa Cigonohilir untuk mendalami ilmu agama dan membentuk generasi yang kuat dalam keagamaan. Terima kasih juga kepada para pengusaha yang telah berkontribusi memberikan hadiah untuk memotivasi para santri agar semakin giat mengaji,” ungkapnya.
Komitmen Digelar Setiap Tahun
Lebih lanjut, H. Syae’ul Huda SH, menegaskan bahwa Festival Santri Nusantara akan terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Memasuki penyelenggaraan yang kedelapan, FSN diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar madrasah, memperkuat pendidikan agama, serta menggali potensi dan kreativitas generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Cigondewah Hilir berharap lahir generasi santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu berprestasi, berinovasi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan bermasyarakat.
Dengan dukungan madrasah, masyarakat, dan para pelaku usaha, Festival Santri Nusantara diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat bagi pembinaan karakter dan masa depan generasi muda di Desa Cigondewah Hilir.
Reporter : Den




