Beranda Ragam Berita Camat Margaasih Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah, Dukung Pengembangan PLTSa di...

Camat Margaasih Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah, Dukung Pengembangan PLTSa di TPST Oxbow Cicukang

65
0

Kab.Bandung Ketikone – Camat Margaasih, Djoko Mardianto, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pengelolaan sampah terpadu, termasuk rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Oxbow Cicukang.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Djoko Mardianto menjelaskan, pengolahan sampah menjadi energi listrik pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat secara luas, bukan untuk kepentingan pribadi atau segelintir pihak. Karena itu, masyarakat perlu memahami proses pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan di rumah hingga pengolahan di tempat pengelolaan sampah terpadu.

“Sebagai warga negara dan warga masyarakat, kita harus mengetahui bahwa pengelolaan sampah ini sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Sampah yang sudah dipilah nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau sumber energi panas untuk menghasilkan tenaga listrik,” ujarnya.

Ia menerangkan, salah satu hal penting yang perlu dipahami masyarakat adalah pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, terutama sampah kering dan sampah basah. Sampah kering, khususnya jenis plastik yang memenuhi persyaratan pengolahan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam proses pengolahan menjadi energi, sedangkan sampah organik atau sampah basah dapat dikelola melalui metode lain, seperti budidaya maggot.

Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumbernya merupakan langkah mendasar untuk mempermudah proses pengolahan di TPST. Apabila sampah kering dan basah masih tercampur ketika tiba di tempat pengolahan, petugas harus melakukan pemilahan kembali. Kondisi tersebut tentu membutuhkan tambahan waktu, tenaga, dan biaya, terlebih ketika volume sampah yang harus ditangani mencapai puluhan ton setiap hari.

“Karena itu, kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari rumah tangga. Kita perlu membiasakan diri memisahkan sampah kering dan sampah basah agar ketika sampai di TPST, proses pengolahannya menjadi lebih mudah dan efektif,” katanya.

Lebih lanjut, Djoko menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas di TPST Oxbow Cicukang direncanakan melalui pembangunan satu hanggar tambahan. Dengan penambahan fasilitas tersebut, kapasitas pengolahan sampah yang semula sekitar 20 ton per hari ditargetkan meningkat menjadi kurang lebih 40 ton per hari.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat membantu penanganan timbulan sampah dari masyarakat sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. Namun, menurutnya, dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting agar fasilitas yang dibangun dapat beroperasi secara optimal.

Baca juga : Suryaman Tegaskan ORADO Bukan Perjudian: “Jangan Samakan Olahraga Domino dengan Gapleh di Pos Ronda”

Djoko juga memahami adanya kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai kemungkinan timbulnya bau tidak sedap dari aktivitas pengolahan sampah. Ia menilai, pemilahan sejak dari rumah, terutama pemisahan sampah organik yang mudah membusuk, dapat membantu mengurangi potensi bau apabila disertai pengangkutan dan pengolahan yang baik.

Sampah organik yang dipisahkan dapat dikelola melalui berbagai metode, salah satunya budidaya maggot. Dengan demikian, sampah basah tidak seluruhnya menumpuk bersama sampah kering yang akan dimanfaatkan dalam proses pengolahan menjadi energi.

“Kalau masyarakat sudah mulai memilah sampah dari rumah, insyaallah proses pengelolaannya akan lebih mudah. Sampah basah juga bisa dikelola, misalnya melalui budidaya maggot, sehingga tidak semuanya menumpuk di tempat pengolahan,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau seluruh masyarakat untuk mengubah kebiasaan dalam menangani sampah, tidak lagi mencampurkan seluruh jenis sampah dalam satu wadah, tetapi mulai membiasakan pemilahan sesuai jenisnya.

Djoko berharap, rencana pengembangan TPST Oxbow Cicukang dapat memperoleh dukungan luas dari masyarakat. Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran dan partisipasi warga.

“Pada prinsipnya, saya mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pengembangan TPST Oxbow Cicukang. Mari kita mulai dari rumah masing-masing dengan memilah sampah. Dengan begitu, pengelolaan sampah bisa berjalan lebih baik, lingkungan menjadi lebih bersih, dan sampah yang sebelumnya dianggap tidak bermanfaat dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai,” pungkasnya.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini