Beranda Birokrasi Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Bandung Perkuat Karakter dan Budaya Sunda

Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Bandung Perkuat Karakter dan Budaya Sunda

13
0

Kab.Bandung Ketikone — Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pendidikan terus mendorong penguatan karakter peserta didik melalui pelestarian bahasa dan budaya daerah. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Bandung yang digelar di SMP Negeri 1 Margahayu Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Sunda. Festival ini juga menjadi agenda rutin yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui pengenalan kekayaan budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusuma, mengatakan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi para siswa untuk belajar, memahami, sekaligus mengembangkan kemampuan mereka dalam bahasa dan budaya Sunda.

“Alhamdulillah pada hari ini, Senin 21 September, kita menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Bandung bertempat di SMP Negeri 1 Margahayu. Ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan karakter para siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam festival tersebut terdapat sejumlah mata lomba yang berkaitan dengan bahasa dan budaya Sunda. Di antaranya pupuh, borangan, carita pondok, serta berbagai kegiatan lainnya yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya daerah.

Menurut Asep, kegiatan tersebut bukan semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami nilai-nilai budaya, mengenali identitas daerah, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya yang dimilikinya.

“Di dalamnya ada nilai-nilai budaya yang bisa mereka pelajari. Kekayaan budaya nasional ini ditopang dan dibangun oleh kekayaan budaya daerah. Ketika anak-anak mengenali dan menjaga jati dirinya, tentu ini menjadi modal sosial dan modal karakter yang akan mewarnai perjalanan mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa bahasa dan budaya Sunda memiliki nilai-nilai luhur yang berkaitan erat dengan budi pekerti. Karena itu, pengenalan bahasa ibu sejak usia sekolah dinilai penting sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Baca juga : Penggiat Sampah Mekarrahayu Dorong Warga Aktif Memilah Sampah

“Melalui bahasa ibu dan budaya ibu, nilai-nilai luhur serta budi pekerti dapat melekat kuat. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak kita,” katanya.

Asep juga mengapresiasi peran satuan pendidikan, kepala sekolah, para guru, khususnya guru bahasa Sunda dan MGMP Bahasa Sunda, yang selama ini terus mendampingi serta memberikan pembinaan kepada para peserta didik.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga memberikan perhatian terhadap penguatan muatan lokal dalam pendidikan. Menurutnya, terdapat tiga muatan lokal yang menjadi bagian dari upaya penguatan karakter peserta didik di Kabupaten Bandung, yakni pendidikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, pembelajaran mengaji dan menghafal Al-Qur’an, serta pembelajaran bahasa dan budaya Sunda.

“Ini menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Bandung, khususnya dalam penguatan karakter melalui pendekatan budaya Sunda,” tuturnya.

Asep berharap Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya menghasilkan siswa-siswa berprestasi, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk media massa, untuk ikut menyebarluaskan informasi dan mengkampanyekan pentingnya menjaga bahasa serta budaya Sunda.

“Harus diakui, bahasa Sunda dan budaya Sunda bagi kita merupakan modal sosial yang kuat dalam pengembangan diri dan karakter anak-anak,” pungkasnya.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini