Kota Tasik Ketikone – Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop), Ahmad Zabadi, melakukan kunjungan ke Kawasan Tugu Koperasi dan Gedung Kongres Koperasi Tahun 1947 di Kota Tasikmalaya, Senin 1 Juni 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau kesiapan kawasan bersejarah koperasi yang diusulkan menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Zabadi berkeliling kawasan seluas kurang lebih satu hektare untuk melihat langsung kondisi dan potensi pengembangan kawasan Tugu Koperasi. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi apabila sebagian rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional tidak hanya dipusatkan di tingkat nasional, tetapi juga dilaksanakan di Kota Tasikmalaya yang memiliki sejarah kuat dalam perjalanan koperasi Indonesia.
Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait kemungkinan penyelenggaraan Harkopnas di Kota Tasikmalaya. Namun demikian, berbagai persiapan dan konsep pengembangan kawasan telah dipaparkan kepada Sesmenkop.
Baca juga:Tak Bisa Hadir, Diky Candra Negara Titip Salam Lewat Rani di Pekan Raya Cilamajang
Pada kesempatan tersebut, Diky Candra Negara juga menyampaikan informasi mengenai rencana dari Kementerian Kebudayaan yang berkeinginan menjadikan kawasan Tugu Koperasi dan Gedung Kongres Koperasi sebagai cagar budaya nasional. Menurutnya, langkah tersebut sangat relevan mengingat nilai historis kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan lahir dan berkembangnya gerakan koperasi di Indonesia.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap momentum Hari Koperasi Nasional dapat disinergikan dengan pencanangan kawasan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya. Konsep pengembangan kawasan telah dipaparkan oleh Kepala Dinas KUMKM, Perindustrian dan Perdagangan serta diperkuat oleh Plh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya. Konsep tersebut menitikberatkan pada penguatan identitas dan kultur koperasi yang telah lama tumbuh di Kota Tasikmalaya.
Menurut Diky, Kota Tasikmalaya memiliki rekam jejak yang sangat kuat dalam sejarah perkoperasian nasional. Bahkan, Hari Koperasi yang diperingati setiap tanggal 12 Juli ditetapkan berdasarkan pelaksanaan Kongres Koperasi Indonesia pertama yang berlangsung di Tasikmalaya pada tahun 1947. Selain itu, keberadaan Tugu Koperasi menjadi simbol penting perjalanan gerakan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Baca juga: SMSI Tasikmalaya dan Wawali Diky Candra Negara Aksi Bersih-Bersih Tugu Koperasi Peringati HPN 2026
Ia menambahkan bahwa pengembangan koperasi di Kota Tasikmalaya bukanlah sesuatu yang baru. Kota ini memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perkembangan koperasi nasional. Bahkan lahirnya kebijakan yang mengakomodasi pembentukan Koperasi Kelurahan dalam program nasional koperasi juga berawal dari kondisi administratif Kota Tasikmalaya yang tidak memiliki desa, melainkan seluruh wilayahnya berbentuk kelurahan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap karakteristik daerah Kota Tasikmalaya.
“Kami melihat ada embrio yang sangat positif dalam pengembangan koperasi di Kota Tasikmalaya. Kultur koperasi di daerah ini sudah tumbuh sejak lama dan menjadi bagian penting dari sejarah bangsa. Karena itu, sangat wajar apabila Tasikmalaya mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan gerakan koperasi nasional,” ujar Diky.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap sejarah besar koperasi yang lahir dan berkembang di daerah ini dapat kembali dikenal oleh masyarakat luas serta menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan Indonesia di masa depan. “Pungkasnya.
Reporter: Dit




