Beranda Birokrasi H. Wahid Dorong Pembinaan Usia Dini Lewat Liga Jabar Istimewa di Tasikmalaya

H. Wahid Dorong Pembinaan Usia Dini Lewat Liga Jabar Istimewa di Tasikmalaya

75
0

Kota Tasik Ketikone – Program pembinaan usia muda yang digagas PSSI Jawa Barat melalui ajang Liga Jabar Istimewa resmi dimulai di Kota Tasikmalaya. Kick-off perdana digelar di Stadion Wiradadaha pada Sabtu, 2 Mei 2026, dengan mempertandingkan kelompok usia (U) 10 dan 12 tahun. Sabtu 2 Mei 2026.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola sejak usia dini. Melalui kompetisi ini, PSSI Jabar berupaya menjaring serta mengembangkan talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah di Jawa Barat agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd, mengungkapkan bahwa sistem yang digunakan dalam kompetisi ini adalah setengah kompetisi. Ia menyebutkan antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari jumlah tim yang ambil bagian.

Baca juga:Diky Candra Resmi Buka Taekwondo Tasikmalaya Open ke-9, Atlet dari 5 Provinsi Unjuk Prestasi

“Untuk kelompok usia 10 tahun diikuti oleh 13 tim, sementara kelompok usia 12 tahun diikuti oleh 24 tim. Dari masing-masing kategori usia, Kota Tasikmalaya memiliki kuota lima tim terbaik yang nantinya akan melaju mewakili daerah ke babak regional,” jelas Wahid usai pelaksanaan manager meeting.

Ia menambahkan, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, sportivitas, dan mental bertanding bagi para pemain muda. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi pelatih dan pencari bakat dalam memantau perkembangan atlet usia dini.

Tak berhenti di kelompok usia dini, PSSI Kota Tasikmalaya juga telah menyiapkan agenda lanjutan untuk kategori usia yang lebih tinggi sebagai bagian dari kesinambungan program pembinaan. Dengan adanya kompetisi berjenjang ini, diharapkan lahir generasi pesepak bola unggul yang dapat mengharumkan nama daerah, baik di tingkat regional maupun nasional.

Baca juga:Padel Jadi Olahraga Favorit, Awalu Court Club Jadi Ikon Olahraga Baru Kota Tasik

Sementara itu, Plt Sekretaris PSSI Jawa Barat, M. Jaelani menegaskan bahwa Liga Jabar Istimewa bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan yang terarah dan terukur.

Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan sepak bola di masa depan. Oleh karena itu, PSSI Jabar berkomitmen menghadirkan kompetisi yang rutin, kompetitif, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Melalui Liga Jabar Istimewa ini, kami ingin memastikan bahwa proses pembinaan berjalan secara berjenjang dan berkesinambungan. Dari usia dini, kita sudah mulai membentuk karakter, teknik, hingga mental bertanding para pemain,” ujar M. Jaelani.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi serta pemantauan terhadap perkembangan para pemain selama kompetisi berlangsung, sehingga talenta-talenta terbaik dapat teridentifikasi dan mendapatkan pembinaan lanjutan secara optimal.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini