Beranda Birokrasi Kapolresta Bandung Pastikan May Day 2026 Kondusif, Keberangkatan Buruh ke Jakarta Dikawal...

Kapolresta Bandung Pastikan May Day 2026 Kondusif, Keberangkatan Buruh ke Jakarta Dikawal Ketat

75
0

Kabupaten Bandung – Sejumlah perwakilan serikat pekerja dan buruh di wilayah Kabupaten Bandung menghadiri silaturahmi dalam rangka persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian agenda May Day berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Silaturahmi tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi serikat pekerja, di antaranya SPSI, Gas Permindo, SP BUN, FSPSI, SPN, SPBB, BPBMI, FSPCAPSPSI, SPSI Pembaharuan, FSP Gopsi, FSP RPMM SPSI, FSP NS SPSB, SPSI 92, serta organisasi buruh lainnya.

Kehadiran para perwakilan serikat ini menunjukkan soliditas dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas serta memperjuangkan kepentingan pekerja, Rabu 29 April 2026.

Baca juga : Kinerja ASN Melesat, Kabupaten Bandung Masuk 3 Besar Nasional

Dalam sambutannya, Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta yang dinilai cukup lengkap, meskipun sebagian diwakili oleh delegasi masing-masing organisasi.

“Alhamdulillah pada siang hari ini kita bisa bertemu dalam rangka membahas beberapa agenda ke depan, khususnya terkait peringatan May Day,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa selama ini pelaksanaan May Day di wilayah kabupaten  Bandung berlangsung kondusif. Hal tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari kolaborasi yang baik antara serikat buruh, pemerintah daerah, serta aparat keamanan.

“Ini patut kita syukuri dan harus terus kita jaga bersama. Seluruh rangkaian kegiatan May Day selama ini berjalan aman dan tertib berkat sinergi semua pihak,” tambahnya.

Selain agenda peringatan di tingkat daerah, sebagian perwakilan buruh juga dijadwalkan akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan nasional bertajuk May Day Fiesta, di mana Presiden Republik Indonesia direncanakan akan menyapa langsung para buruh dari berbagai daerah.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjamin keamanan dan kenyamanan peserta selama perjalanan.

Setiap armada bus yang digunakan akan mendapatkan pengawalan dari petugas untuk memastikan kelancaran serta menghindari potensi kendala di lapangan.

“Kita pastikan keberangkatan ini aman. Setiap bus harus didampingi oleh anggota yang mengawal, sehingga apabila terjadi sesuatu di perjalanan maupun di lokasi tujuan, dapat segera ditangani. Jangan sampai ada rekan-rekan kita yang kebingungan atau terlantar di Jakarta,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolresta juga menekankan pentingnya kelayakan kendaraan yang digunakan. Seluruh bus diwajibkan dalam kondisi prima dan harus melalui pemeriksaan teknis sebelum diberangkatkan.

“Bus harus benar-benar dalam kondisi sehat dan layak jalan. Ini membawa manusia, membawa orang-orang yang keluarganya menunggu di rumah. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia membuka ruang dialog bagi para pimpinan serikat untuk menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi di lapangan. Hal ini dinilai penting agar pemerintah daerah dan pemangku kebijakan dapat mengetahui kondisi riil yang dialami para pekerja.
“Kami ingin mendengar langsung dari rekan-rekan serikat. Jangan sampai secara administratif terlihat aman, tetapi di lapangan masih ada persoalan yang belum terselesaikan,” katanya.

Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda, termasuk Bupati, Wakil Bupati, dan Dandim, disebut berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung bagi para buruh, khususnya dalam memastikan hak-hak pekerja terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Para buruh ini tidak mencari kekayaan, mereka hanya ingin kehidupan yang layak untuk keluarga mereka. Itu yang harus kita jaga bersama,” pungkas Kapolresta.

Reporter: Yun.s

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini