Tasikmalaya Ketikone – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara (KDC), terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta penanganan stunting di Kota Tasikmalaya. Selasa 07 April 2026
Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan ayam petelur sebagai sumber pemenuhan gizi masyarakat. Program ini dinilai sejalan dengan upaya peningkatan konsumsi protein hewani yang terjangkau. Di Kota Tasikmalaya sendiri, program “Paras Lur” yang berfokus pada pembiakan ayam ras petelur telah mulai berjalan dan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ini seperti sambil menyelam minum air. Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, juga sekaligus memperkuat ketahanan gizi,” ujar KDC.
Baca juga:Kunjungan Kepala BKN RI, Inovasi Pemkab Tasikmalaya Dinilai Layak Direplikasi
Sejak subuh, KDC telah bertolak menuju Gedung Sate untuk menghadiri rapat koordinasi Tim P3S tingkat Provinsi Jawa Barat. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi serta Kepala Bappeda Jawa Barat.
Dalam forum tersebut, berbagai masukan dan informasi strategis dibahas, khususnya terkait upaya percepatan penanganan stunting di daerah. KDC menegaskan bahwa hasil rapat ini akan menjadi bahan penguatan kebijakan di tingkat kota.
“Banyak masukan dan informasi penting untuk penanganan stunting ke depan,” ungkapnya.
Selain mengikuti rakor, KDC juga menjadwalkan pertemuan dengan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat untuk membahas persoalan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju SMAN 11 Tasikmalaya.Ia menyadari bahwa kewenangan SMA berada di tingkat provinsi.
Baca juga:Halbil BKPMRI Kota Tasik, Diky Candra Apresiasi Pemuda Remaja Masjid
Namun demikian, karena siswa, guru, dan masyarakat yang terdampak merupakan warga Kota Tasikmalaya, dirinya merasa perlu untuk turut mengupayakan solusi.
“Kami melihat akses jalan menuju SMAN 11 masih belum tersedia secara memadai. Dibutuhkan pembebasan lahan dan pembangunan jalan,” jelasnya.
Dengan keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi di Pemerintah Kota Tasikmalaya, KDC berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat turut membantu merealisasikan pembangunan akses tersebut.
Baca juga:Bupati Tasikmalaya Dorong Pelayanan Haji Lebih Baik Lewat Manasik Terintegrasi
Di sisi lain, KDC juga berupaya melaporkan kondisi kebencanaan di Kota Tasikmalaya kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Namun komunikasi dilakukan secara daring karena Kepala Dinas Sosial Provinsi, Noneng Komara Nengsih, tengah meresmikan program Kampung Sosial kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kota Tasikmalaya.
Sebagai tindak lanjut, KDC juga berencana melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Sosial RI terkait penanganan bencana, sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. “Pungkas Diky
Reporter: Dit




