Beranda Birokrasi Viman Alfarizi Buka Priangan Bamboo Fest x Kriya Loka 2025 di Gedung...

Viman Alfarizi Buka Priangan Bamboo Fest x Kriya Loka 2025 di Gedung PPIK

188
0
Oplus_131072

Kota Tasik,Ketikone — Kabar Priangan – Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., M.B.A., secara resmi membuka acara Priangan Bamboo Fest x Kriya Loka 2025 pada Jumat (12/12/2025) di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) Jalan Letjen Mashudi Kota Tasikmalaya.

Acara yang digelar selama tiga hari mulai dari 12 sampai dengan 14 Desember 2025 ini dengan tema ” Tradisi,Inovasi,Ekspansi” .Hal ini untuk merayakan kreativitas dan potensi ekonomi berbasis bambu serta kerajinan lokal itu dihadiri juga oleh sejumlah pejabat penting.

Hadir bersamanya adalah Wakil Wali Kota Diky Candra, Sekretaris Daerah Asep Goparuloh, dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Perindustrian, dan Perdagangan (Kadis KUMKM-Perindag) Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya,Kadinkes Kota Tasikmalayar.Kehadiran para pejabat se Priangan termasuk Banjar,Pangandaran,Garut,Bandung ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan industri kreatif dan UMKM di kota.

Pada pidatonya, Viman Alfarizi menyampaikan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi kepada Dekranasda Kota Tasikmalaya dan HIMKI Priangan Timur yang telah menggagas dan menyelenggarakan Bamboo Fest x Kriya Loka 2025 di PPIK.

” Kegiatan seperti inilah yang membuat kita optimis bahwa Tasikmalaya mampu berdiri tegak sebagai rumah bagi para pelaku kriya dan ekonomi kreatif di Priangan Timur.”Ucapnya.

Viman Menuturkan,bahwa bambu itu menarik.Di satu sisi sederhana, tapi kuat. Ia lentur, tapi tidak mudah tumbang. Akar dan batangnya menyatu dengan tanah, tapi bisa diolah menjadi karya bernilai tinggi. Karakter bambu ini sangat mirip dengan karakter warga Tasikmalaya: bersahaja, kuat, dekat dengan alam, tapi punya potensi besar untuk tumbuh dan naik kelas.

“Melalui festival ini, kita tidak hanya memajang produk, tetapi sedang menganyam tradisi dan menumbuhkan inovasi dalam arti yang sesungguhnya.Tasikmalaya dikenal sebagai kota santri, sekaligus punya jejak panjang sebagai kota kriya mulai dari bordir, anyaman, hingga
kerajinan rumah tangga yang sudah keluar kota bahkan ke luar negeri,”terangnya.

Tugas kita sekarang adalah meng-upgrade semua potensi itu dengan sentuhan desain yang lebih kekinian, packaging yang baik, dan storytelling produk yang kuat, sehingga karya-karya perajin kita tidak hanya indah dilihat, tetapi juga kuat sebagai local brand yang kompetitif.

“Visi besar kita adalah menjadikan Tasikmalaya sebagai Kota Industri, Jasa, dan Perdagangan yang Religius, Inovatif, Maju, dan Berkelanjutan. Salah satu pintu penting untuk mewujudkan visi itu adalah pen uatan ekonomi kreatif dan UMKM, yang kita jalankan melalui program prioritas Tasik Pelak kita terus dorong pelaku usaha lokal untuk naik kelas,dari hanya berjualan di sekitar rumah, menjadi pelaku usaha yang siap masuk
pasar digital, ikut pameran, dan membangun jaringan bisnis yang lebih luas.”Tandasnya.

Priangan Bamboo Fest x Kriya Loka 2025 ini sangat sejalan dengan
semangat Tasik Pelak. Di sini, pelaku UMKM kriya mendapat panggung, bertemu langsung dengan konsumen, dengan buyer, dengan komunitas kreatif, bahkan dengan calon mitra usaha. Hal ini tentu membangun jejaring jangka panjang.Dari sinilah ekosistem ekonomi kreatif kita akan tumbuh lebih kuat.

“Harapan kita agar festival ini dapat menjadi wadah untuk mempromosikan produk bambu dan kerajinan Tasikmalaya ke tingkat nasional bahkan internasional.Bambu bukan hanya bahan tradisional, tetapi juga material masa depan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. Melalui acara ini, kita harap pengrajin dan UMKM bisa lebih berkembang dan meningkatkan daya saing,” harapannya.

Sementara, Ketua pelaksana,Ogi G.Yogaswara menambahkan,pembukaan Bamboo
Fest X Kriya Loka merupakan sebuah kolaborasi antara Tradisi, Kreativitas dan masa depan industri kerajinan bambu Priangan.

“Dengan merangkum tema yang kami gelar ini merupakan perjalanan bambu Priangan dari masa lalu,masa kini hingga masa depan.Tradisi,karena bambu bukan sekedarmatrial,Ia adalah identitas budaya.Ia hadir dalam alat musik konstruksi Tradisional ,Ritual adat hingga warisan Kriya Priangan.Festifal ini mengajak kita merawat akar budaya sambil menghormati FESTIVAL pengetahuan leluhur.”Kata Ogi.

“Mudah-mudahan acara ini menjadi gerbang awal menuju kota Industri kreatif bambu Priangan dengan Kota Tasikmalaya sebagai center point dan akan dilaksanakan secara berkala.Event ini dapat masuk menjadi salahsatu kalender event Nasional.”Pungkasnya.

Priangan Bamboo Fest x Kriya Loka 2025 dirancang sebagai ajang kolaborasi antara pelaku usaha, seniman, akademisi, dan pemerintah. Acara akan menghadirkan berbagai kegiatan menarik, antara lain pameran produk, lokakarya, talk show, dan lomba desain kreatif yang bertujuan untuk menginspirasi inovasi dan meningkatkan keterampilan pengrajin.

Gedung PPIK sendiri dipilih sebagai tempat pelaksanaan karena memiliki fungsi utama sebagai pusat pembinaan, promosi, dan pelatihan bagi UMKM kerajinan, sehingga sangat sesuai dengan tujuan festival yang ingin meningkatkan potensi industri kreatif di kota Tasikmalaya.

 

Jurnalis: dan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini