Kota Tasik Ketikone – Gedung Laboratorium Universitas Siliwangi menjadi tempat berlangsungnya rangkaian kegiatan pemilihan Duta Anti Narkoba Universitas Siliwangi.Acara yang diselenggarakan oleh UKM Kader Anti Narkoba (KAN) ini mengusung tema “Generasi Hebat Ialah Generasi Bebas Narkoba.” Kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran dan pemberdayaan generasi muda dalam menolak penyalahgunaan narkoba.Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Departemen Kajian Strategis dan Luar Kampus UKM KAN 2025.
Selain itu, Duta Anti Narkoba Universitas Siliwangi 2025 diharapkan menjadi contoh bagi generasi muda, khususnya di lingkungan Universitas Siliwangi. Duta ini harus memahami bahaya narkoba dan mampu mengubah cara pandang masyarakat, terutama mahasiswa, serta menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat mendukung kehidupan yang sehat dan bebas narkoba. Sabtu 15 Nopember 2025.
Ketua Pelaksana, Giovan Afrizal, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat luar biasa karena banyak materi yang disampaikan, terutama mengenai teori branding dan marketing.
“Kalau kita lihat bagaimana anak muda mengemas Brainly dan memandang narkoba, semoga kegiatan sosial ini di tahun 2025 dapat menyadarkan banyak anak muda, terutama dalam hal pencegahan narkoba,” ujarnya.
Giovan menambahkan, kegiatan ini juga membahas bagaimana anak muda menghadapi dunia yang sangat kompetitif, di mana lapangan kerja semakin sulit diperoleh.
“Kami belajar tentang personal branding dan cara memperoleh penghasilan yang halal. Selain itu, kami membahas bagaimana menggunakan media sosial yang selama ini cenderung konsumtif, diubah menjadi penyebar informasi positif,” katanya.
Menurut Giovan, kolaborasi antara Kadet Anti Narkoba (KAN) dan Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) diharapkan dapat membangkitkan kesadaran anak muda tentang pentingnya peran Duta.
“Makna Duta adalah bagaimana kita sebagai anak muda mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Giovan juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak serta mengajak anak muda menghindari perilaku negatif seperti narkoba dan perjudian.
“Jangan sekali-kali mencoba narkoba atau hal negatif lainnya. Saat ini banyak anak muda terjerumus ke dalam judi dan taruhan, padahal kalian harus fokus pada tujuan hidup dan mengembangkan kemampuan secara positif. Karena investasi terbaik adalah skill,” tegasnya.
Acara pemilihan Duta Anti Narkoba ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga forum edukasi dan berbagi inspirasi yang melibatkan berbagai elemen mahasiswa.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tapi juga kuat mental dan bebas dari bahaya narkoba.
Alyssa Devi Permata, aktivis anti narkoba sekaligus penggerak pemberdayaan perempuan Kota Tasikmalaya, hadir memberikan dukungan dan pandangan tentang pentingnya sosialisasi gerakan bebas narkoba di kalangan mahasiswa. Ia menyampaikan materi secara daring tentang locus of control, yaitu keyakinan seseorang mengenai kendali atas apa yang terjadi dalam hidupnya, yang terbagi dalam dua konsep psikologis: internal dan eksternal.
“Faktor internal contohnya adalah kepercayaan bahwa kendali ada pada diri sendiri, yang dapat berisiko pada overconfidence. Faktor eksternal adalah keyakinan bahwa kontrol berada di luar diri, seperti takdir, keberuntungan, atau orang lain yang menentukan hasilnya,” jelas Alyssa.
Alyssa juga menerangkan pentingnya peran mahasiswa terhadap lingkungan kampus dan masyarakat.
“Duta anti narkoba harus berada pada level protektif dan advokat,” ujarnya.
Sementara itu, Dwisania Rahma menyampaikan materi kedua mengenai personal branding. Dwisania menjelaskan bahwa personal branding lahir dari diri sendiri.
” Selama ini, prasangka yang beredar seolah hanya orang sempurna yang layak mendapatkan panggung membuat seseorang menolak penerimaan diri, sehingga tidak benar-benar mengenal dirinya sendiri dan terperangkap oleh dinding pencitraan kesempurnaan.”Tutup Dwisania
Jurnalis:(dan)




