Beranda Birokrasi Panggung Bakat Muda Berakhir, Ketua PSSI Kota Tasik Tutup Liga Pendidikan 2025

Panggung Bakat Muda Berakhir, Ketua PSSI Kota Tasik Tutup Liga Pendidikan 2025

298
0
Poto: Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H Wahid S.Pd

Kota Tasik Ketikone – Liga Pendidikan 2025 Kota Tasikmalaya resmi ditutup dengan penuh haru dan kebanggaan pada Minggu, 16 November 2025, di Stadion Dadaha. Kompetisi yang melibatkan ratusan pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK ini menjadi ajang pembinaan bakat sekaligus panggung pembuktian semangat sportivitas generasi muda Tasikmalaya.

Penutupan secara resmi dilakukan oleh Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Liga Pendidikan bukan sekadar turnamen, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan sepak bola daerah. Ia mengapresiasi kerja keras para atlet muda, pelatih, hingga panitia yang telah menjaga marwah kompetisi tetap berjalan baik dan penuh nilai edukatif.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan, yang menilai liga ini sebagai wadah lahirnya atlet-atlet berkualitas menuju pembinaan prestasi yang lebih sistematis. Hadir pula Kepala Bidang Disporabudpar Kota Tasikmalaya yang menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung kegiatan olahraga yang mampu memperkuat karakter generasi muda.

Menurut Wahid, tugas PSSI ini adalah pembinaan, kalau pembinaan ini hasil dari bagai mana mereka dari masing-masing sekolah baik formal SD, SMP, SMA/SMK atau pun sekolah sepak bola ,tetapi itu harus ada perlombaan, makanya kami dari PSSI membuat suatu even kejuaraan dari mulai bagai mana intruksional dari pengurus pusat sampai daerah, seperti Suratin, ” Kata Wahid

Kami dari PSSI membuat program yang inovasi dari masing-masing daerah, kami di kota Tasik ada dari usia 40 dengan bagian mengolah raga kan masyarakat, dan untuk SD, SMP,SMA/SMK, itu liga pendidikan sepakbola yang sudah berjalan ke tiga tahunnya.

Kedepan kita juga akan menghadapi Popda dan Popwil mengadakan, sekaligus kita mengadakan seleksi, “Singkat Wahid

Selama gelaran liga, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sorak-sorai penonton, semangat para guru pendamping, hingga genggaman tangan pemain di akhir laga menjadi gambaran kuat bahwa sepak bola pendidikan bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang disiplin, kebersamaan, dan mental juara.

Dengan ditutupnya Liga Pendidikan 2025, diharapkan semangat kompetisi ini terus berlanjut dan melahirkan talenta baru yang kelak mengharumkan nama Kota Tasikmalaya, baik di tingkat regional maupun nasional. Ajang ini menjadi bukti bahwa pembinaan sejak dini adalah kunci untuk masa depan olahraga yang lebih cerah.

Reporter:Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini