Beranda Birokrasi Wakil Walikota Diky Candra, Budaya Sunda Jangan Tergeser Oleh Budaya Asing

Wakil Walikota Diky Candra, Budaya Sunda Jangan Tergeser Oleh Budaya Asing

465
0

Kota Tasik Ketikone – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra menghadiri Festival Tunas Bahasa Ibu Jenjang SMP Tingkat Kota Tasikmalaya yang digelar di SMK Bakti Kencana, Jalan Ir. H. Juanda, Sabtu 27 September 2025.

Ajang ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dengan mempertandingkan tujuh kategori lomba.

7 Kategori Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat SMP Kota Tasikmalaya 2025 mempertandingkan tujuh kategori, yaitu: 1. Pupuh 2. Biantara (pidato Sunda)

3.Maca sajak 4. Dongeng 5. Maca jeung nulis aksara Sunda 6. Borangan 7. Ngarang carita pondok

Sementara Wakil Walikota Rd Diky Candra Negara menyampaikan Bahasa Sunda Jangan Tergeser Budaya Asing Dalam sambutannya, selain itu Diky Chandra mengapresiasi penuh kegiatan ini.

Menurutnya, festival ini penting untuk menjaga jati diri masyarakat Sunda, khususnya bagi kalangan milenial.

“Kalau bukan kita, orang Sunda, anu ngamumule bahasa Sunda, lalu siapa lagi? Kita jangan sampai melupakan jati diri sebagai urang Sunda, dan jangan sampai tergeser oleh budaya atau bahasa asing yang lainnya

la juga menyoroti masih banyak orang Sunda yang belum memahami aksara Sunda, padahal bahasa dan aksara tersebut merupakan identitas budaya yang harus diwariskan.

Sebanyak 300 Peserta Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa tujuan festival ini adalah untuk ngamumule (memelihara) bahasa indung atau bahasa ibu, khususnya bahasa Sunda.

“Kegiatan ini untuk jenjang SMP. Sebelumnya dua minggu lalu sudah digelar untuk jenjang SD. Program ini selaras dengan Gapura Panca Waluya Provinsi Jawa Barat, dan tentu saja Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari Jawa Barat turut mendukung penuh,” jelasnya.

Rojab menyebut, festival kali ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta SMP dari seluruh Kota Tasikmalaya. Kegiatan berlangsung sehari.

Untuk ngamumule (memelihara) bahasa indung atau bahasa ibu, khususnya bahasa Sunda. “Kegiatan ini untuk jenjang SMP. Sebelumnya dua minggu lalu sudah digelar untuk jenjang SD.

Program ini selaras dengan Gapura Panca Waluya Provinsi Jawa Barat, dan tentu saja Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari Jawa Barat turut mendukung penuh,” jelasnya.

Rojab menyebut, festival kali ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta SMP dari seluruh Kota Tasikmalaya. Kegiatan berlangsung sehari penuh dengan berbagai lomba.

Para pemenang nantinya akan mewakili Kota Tasikmalaya di tingkat Jawa Barat yang akan digelar di Bandung pada 5-7 Oktober 2025.

Reporter:Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini