Beranda Ragam Berita Ikatan Jurnalis Pajajaran (IJP) Gelar Silatuhrahmi Akbar Di Rumah Makan Panyileukan

Ikatan Jurnalis Pajajaran (IJP) Gelar Silatuhrahmi Akbar Di Rumah Makan Panyileukan

354
0

Kab.Bandung Ketikone – Ikatan Jurnalis Pajajaran ( IJP) Kabupaten Bandung menggelar silaturahmi akbar bertema “Dengan Silaturahmi Kita Eratkan Persahabatan, Kekeluargaan, Persatuan serta Kesatuan dan Persatuan”.

Acara diselenggarakan ,pdi RM Panyileukan Desa Cangkuang Kecamatan Cangkuang Kab.Bandung Selasa (26/8/25), yang dihadiri Dinas Kominfo Kabupaten Bandung, pengurus dan organisasi anggota IJP, para wartawan PWI dan Forwaci, serta undangan lainnya.

Ketua Umum IJP pusat H.Wawan P.Iwapa SE..mengatakan acara tersebut merupakan agenda tahunan IJP. Sehingga pihaknya menganggap penting untuk digelar untuk persatuan dan kesatuan wartawan yang ada di kabupaten Bandung.

Agenda ini merupakan agenda tahunan kami IJP yang tengah berusia 3 tahun, semoga di usianya yang masih sangat muda ini, para wartawan dinkabupaten Bandung semakin menunjukkan jatidirinya. Mari kita jalin kebersamaan ini dengan tanpa melihat organisasi wartawannya, karena Undang – undang yang dimiliki wartawan seluruhnya sama, apalagi kita sebagai urang Sunda, mari kita silih asah, asih, asuh dan silih wawangikeu oleh kebaikkan,” papar Wawan.

Pihak Diskominfo yang diwakili Kasie Pemberitaan Adhi Nur Indra S.IP mengatakan, dunia jurnalistik jangan ketinggalan zaman, wartawan harus lebih maju dan harus mampu bersaing dengan mengikuti perkembangan dunia teknologi.

“Apalagi kini ada teknologi IA yang kini harus diikuti para jurnalis pada umumnya, di ulang tahun ini kami mendukung apa yang disampaikan oleh Ketua Umum IJP bahwa , bahwa persatuan dan kesatuan harus dibangun di kalangan sesama jurnalis,” katanya.

Ketua DPC IJP Kabupaten Bandung, Agus Supriadi, menegaskan bahwa para wartawan harus menjaga independensinya dan tidak boleh sampai menjadi corong bagi lembaga tertentu.,”Para wartawan harus independen, jangan mau dijadikan corong lembaga tertentu”.

“Saya mencontohkan ketika disalah satu lembaga ada yang harus dikritik, maka tugas wartawan sebagai kontrol sosial maka jalankanlah tugasnya sebagai penulis yang senantiasa kontrol terhadap apa yang terjadi dilapangan,” tandas Agus.

 

 

Reporter : Den

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini