Kota Tasik Ketikone — Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candra Negara, menghadiri program siniar (podcast) “Teman Bicara” yang diselenggarakan oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Siliwangi. Kegiatan ini berlangsung di Studio Siniar UPA Perpustakaan Unsil, Senin (06/04/2026), dengan mengangkat tema “Haru Baru dari Panggung Selebritas ke Panggung Politik.”
Kehadiran Diky Candra dalam podcast tersebut menjadi momen menarik dan penuh inspirasi, terutama bagi kalangan mahasiswa dan generasi muda. Dikenal luas sebagai figur publik yang telah lama berkecimpung di dunia hiburan, Diky membagikan kisah perjalanan hidupnya yang bertransformasi dari panggung seni dan selebritas menuju panggung pengabdian di dunia politik.
Ia mengungkapkan bahwa setiap fase kehidupan memiliki tantangan tersendiri, namun juga membuka peluang besar untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca juga:Halbil BKPMRI Kota Tasik, Diky Candra Apresiasi Pemuda Remaja Masjid
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat dan komunikatif, Diky menekankan pentingnya menjaga idealisme, kejujuran, serta komitmen dalam menjalani amanah sebagai seorang pemimpin. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia publik, selama memiliki niat baik dan kesiapan untuk belajar serta berproses.
Program “Teman Bicara” sendiri menjadi salah satu inovasi dari UPA Perpustakaan Unsil dalam menghadirkan ruang dialog terbuka yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga inspiratif dan relevan dengan dinamika kehidupan sosial.
Podcast ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara tokoh publik dengan masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam berbagi gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan.
Baca juga:Bupati Cecep Dorong Transformasi Ekonomi dan Percepatan Infrastruktur di Tasikmalaya
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Universitas Siliwangi, Budi Riswandi, menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan tidak hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat literasi dan ruang interaksi publik yang inklusif. Ia menegaskan bahwa fasilitas perpustakaan terbuka untuk semua kalangan, tidak terbatas hanya bagi mahasiswa.
“Ruangan perpustakaan ini terbuka untuk umum, bukan hanya mahasiswa Unsil saja. Masyarakat pun diperbolehkan ketika membutuhkan untuk membaca dan menambah pengetahuan,” ujar Budi Riswandi.
Baca juga:Hangatnya Kebersamaan di Balik Halal Bihalal, Viman Diky, Perkuat Soliditas ASN Kota Tasikmalaya
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan seperti podcast “Teman Bicara” dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat literasi serta memperluas wawasan masyarakat. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif, perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat edukasi yang hidup dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, Universitas Siliwangi menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak luas. Tidak hanya sebagai ruang belajar, perpustakaan kini juga bertransformasi menjadi ruang kreatif yang mendorong lahirnya ide, dialog, dan inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Reporter: Dit




