Ciamis Ketikone – Kasus dugaan perselingkuhan yang berujung penggerebekan di wilayah Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, kini akan dibawa ke ranah hukum. Suami dari perempuan tersebut menyatakan akan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Penggerebekan terjadi di rumah kediaman pasangan tersebut di Sindangkasih. Saat itu, suami memergoki istrinya yang diduga sedang bersama seorang pria lain yang diketahui merupakan pengusaha mebel berinisial A, asal Negla, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.
Menurut keterangan suami, kecurigaan terhadap hubungan keduanya sebenarnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Ia mengaku sering mendapatkan informasi bahwa pria tersebut kerap datang ke rumahnya saat dirinya sedang berada di luar.
Baca juga:Ketua AWP Tasikmalaya Deni, Bagikan 300 Paket Takjil, Berharap Bawa Berkah di Bulan Ramadan
“Sebelumnya kami sudah mencurigai, karena pria pengusaha mebel itu sering datang ke rumah saat kami sedang di luar,” ujar suami tersebut. 15 Maret 2026

Kecurigaan semakin kuat setelah ia melihat percakapan di ponsel istrinya. Dari isi chat tersebut, ia menduga hubungan antara istrinya dan pria berinisial A itu sudah berlangsung cukup lama.
“Kalau melihat dari chatting-an dengan inisial A itu, sepertinya hubungan mereka sudah cukup lama,” tambahnya.
Atas kejadian tersebut, pihak suami menyatakan akan menempuh jalur hukum. Ia mengaku telah memberikan kuasa kepada pihak lembaga bantuan hukum untuk menangani perkara tersebut.
Baca juga:Kebersamaan Penuh Kehangatan, Wawalkot Tasik Hadiri Buka Bersama Buana Kassiti Group
“Kami akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan sudah menguasakan kepada Deni dari Lembaga Bantuan Hukum untuk mendampingi prosesnya,” ungkapnya.
Peristiwa penggerebekan tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan tersebut.
Sementara pihak pengusaha mebel inisial A, asal kampung Negla kecamatan Cibeureum sulit di hubungi bahkan di datangi ke tempat rukonya inisial A, jarang kesini ujar salah satu pegawainya yang di jalan baru.
Reporter: Dit




