Pemkab Bandung Gelar Deklarasi Damai Pilkades Serentak

Pemkab Bandung Gelar Deklarasi Damai Pilkades Serentak

Kab.Bandung Ketikone – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar kegiatan Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2023 di Gedung Mohammad Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Rabu (27/9/2023). Kegiatan ini diikuti oleh 80 calon kepala desa dari 22 desa pada 17 kecamatan se-Kabupaten Bandung.

Deklarasi Damai Pilkades Serentak ini merupakan upaya Pemkab Bandung untuk mencegah berbagai potensi kerawanan terutama potensi gesekan antar peserta dan pendukung Pilkades Serentak yang akan digelar pada 11 Oktober mendatang.

Selain diikuti oleh para calon kepala desa, Deklarasi Damai Pilkades Serentak ini juga dihadiri oleh Kapolres Bandung, Dandim 0624 Kabupaten Bandung, para camat, BPD hingga panitia pemilihan kepala desa (P2KD) dari 22 desa yang menyelenggarakan pilkades.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku sangat bersyukur karena saat ini tahapan Pilkades Serentak di 22 desa yang menyelenggarakan pilkades berjalan lancar. Ia berharap seluruh pihak dapat tetap menjaga suasana kondusif hingga pemilihan suara dan pelantikan.

“Saya yakin pada dasarnya semua ingin membangun dan memajukan desanya. Saya titip, para calon kades dan pendukungnya tong parasea (jangan berantem). Tong silih gorengkeun (jangan saling menjelekkan),” kata Bupati ketika memberikan arahan pada puluhan calon kepala desa yang hadir.

Bupati menyarankan agar para calon kades yang berkompetisi lebih baik mengedepankan adu gagasan, ada pemikiran serta adu program dan konsep untuk menarik simpati masyarakat di desa masing-masing. Cara-cara tersebut dinilai lebih fresh dan elegan.

“Sepakat kan kita ciptakan pilkades yang damai? Karena pada hakikatnya yang akan jadi itu sudah tercatat di lauhil mahfudz. Kita hanya ikhtiar dan berupaya semaksimal mungkin untuk menjemput takdir. Jadi jangan ada yang saling menjelekkan,” tandas Dadang Supriatna.

Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu juga meminta agar para calon kades maupun tim sukses serta pendukungnya, menghindari sikap-sikap provokatif karena berpotensi menimbulkan gesekan atau konflik horizontal.

“Bral geura tandang (Silakan berkompetisi). Tapi yang menang jangan sampai jumawa, jangan sombong. Yang belum berhasil, jangan sampai berkecil hati. Setelah beres pilkades, rangkul semuanya untuk bersama-sama membangun desa masing-masing,” ungkap Kang DS, sapaan akrab Bupati.

Kapolres Bandung Kombespol Kusworo Wibowo menambahkan Polresta Bandung akan mengawal langsung penyelenggaraan Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung yang akan digelar pada 11 Oktober 2023 mendatang. Ia ingin memastikan penyelenggaraan Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung berjalan lancar dan damai.

Kusworo mengimbau agar para calon kepala desa maupun tim sukses dan pendukung calon kades agar tidak menggunakan cara-cara provokatif dalam berkompetisi. Pasalnya, hal tersebut dapat membuat suasana sejuk berubah menjadi panas sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Saya minta tolong para calon kades silakan menang dengan cara terhormat. Yang menang jangan jumawa, jangan sombong sehingga memprovokasi yang lain. Yang belum menang juga jangan menggunakan cara-cara murahan seperti menghasut tim sukses dan warga,” kata Kapolresta.

Menurut Kapolresta, para calon kades atau pun tim sukses yang melakukan penghasutan sehingga berakibat menimbulkan gesekan dan suasana tidak kondusif dapat dijerat Pasal 640 KUHP.

“Siapa pun yang menghasut, yang memprovokasi atau membakar amarah warga bisa dipidana. Atau siapa saja yang melakukan pengrusakan, penganiayaan, teror kepada panitia dan lain-lain, semua bisa dijerat pidana,” tutur Kusworo.

Kusworo berpesan bagi para calon kades atau tim sukses yang misalnya keberatan dengan hasil pilkades, dipersilakan untuk menempuh mekanisme sesuai aturan yang berlaku. Bukan dengan cara memprovokasi atau menghasut sehingga menimbulkan konflik horizontal.

“Saya ingatkan para calon kepala desa ini (ponselnya) bisa jadi dalam kondisi tersadap. Kami pantau, jangan ada yang bermain api. Insya Allah yang terpilih, itulah yang terbaik menurut Allah. Selamat berkompetisi, tolong jaga suasana kondusif dan damai,” tegas Kapolresta.

Dalam Deklrasi Damai Pilkades Serentak tersebut, para calon kades dari 22 desa pada 17 kecamatan yang menggelar pilkades sepakat untuk berkompetisi secara sehat dan bermartabat serta berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di desa masing-masing.

Secara umum terdapat empat poin utama yang disepakati dan dideklarasikan para calon kepala desa.

Pertama, siap menyukseskan pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Bandung secara langsung, umum, bebas, rahasia, adil, damai, aman, tertib, demokratis dan bermartabat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Kedua, siap berkompetisi sebagai calon kepala desa dengan menjunjung tinggi kejujuran dan sportifitas dengan mengedepankan sikap santun dan damai, menghindari isu SARA serta tunduk terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, siap terpilih atau pun tidak terpilish serta siap menerima hasil keputusan proses dan tahapan pilkades.

Keempat, siap menerima dan mendukung terhadap siapa pun calon kepala desa yang terpilih secara sah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Reporter:Den

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *