H. Eep Jamaludin Sukmana Merasa Puas Reses dilaksanakan Diwelayah Jelegong Kristis

H. Eep Jamaludin Sukmana Merasa Puas Reses dilaksanakan Diwelayah Jelegong Kristis

Bandung Ketikone – Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Eep Jamaludin Sukmana SE, merasa puas karena masyarakat krutis., seperti halnya seorang Ketua Rw 02,Sdr.Deden Iskandar dan tokoh lainnya.

Hal ini dikatakan H. Eep Jamaludin Sukmana, usai laksanakan reses masa sidang II tahun 2023, di Kp. Sukawangi, Desa Jelegong Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, pada hari Selasa (14/2/2023).

Menurut H. Eep Jamaludin, inilah yang diharapkan seorang dewan disaat reses masyarakatnya kritis bukan seremonial saja, karena kalau tidak kritis tidak ada sesuatu yang bisa dibawa oleh seirang dewan disaat acara -acara atau rapat kerja maupun rapat banggar dan sebagainya.

Dan memang harus seperti itu masyarakat tidak sungkan – sungkan jika ada sesuatu hal yang sifatnya untuk perbaikan itu jangan dibelakang, tetapi seperti ini di depan saat bertemu dengan anggota dewannya.

Sementara itu aspirasi yang disampaikan tertulis dilembar aspirasi akan kita bawa/baca dan kita analisa dab akan kita berikan untuk rapat kerja dengan para OPD.

Selain dari pada itu kita sebagai anggota dewan harus selalu mencari sesuatu yang terbaik, contoh sekarang tentang peranan masalah BPD, terus terang perangkat – perangkat itu anggarannya meningkat, namun tidak disertai dengan kinerjanya yang baik (sesuai tupoksi) tentunya bukan termasuk orang perorang namun (bersangkutan) tetapi sistemnya bagaimana.

Tentunya kita akan mengkaji bagaimana peranan BPD itu sebagai penyeimbang, sehingga yang namanya kades itu tidak senena – mena,, sehingga controlnya bekerja, sehingga sistemnya maksimum (dikerjakan), kalau bisa fungsi BPD itu bekerja seperti dewan, dimana ada fungsi anggaran, fungsu registrasi dan fungsi lainya yang begitu melekat.

Alhamdulillah untuk masyarakat sekarang itu kritis, sebab sekarang informasi mudah dari media sosial, jadi ini sebetulnya suatu aset juga, jadi kritisi masyarakat ini jangan alergi tetapi harus diakomodir, jangan sampai tidak diterima nantinya akan jauh, sehingga antara pemerintah desa dan masyarakat jadi tidak singkron/jauh. saya berharap dengan kritisi masyarakat ini jangan alergi, baik itu termasuk para dewan maupun kepala desa,harus siap menerima kritik dan saran atau aspirasi, karena itu resiko jabatan, kalau tidak mau dikritisi jangan mau jadi seorang pejabat. “pungkasnya.

Reporter:Ditya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *