Bupati Bandung Gelar Rembug Bedas di Kelurahan Sulaeman Dan Desa Margahayu Selatan

Bupati Bandung Gelar Rembug Bedas di Kelurahan Sulaeman Dan Desa Margahayu Selatan

Bandung Ketikone – Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna kembali melaksanakan Rembug Bedas di Desa Margahayu Selatan dan Kelurahan Sulaiman Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Senin (17/6/1/23) dalam upaya mendorong percepatan terciptanya 35.000 pengusaha baru atau lapangan kerja di Kabupaten Bandung pada 2023 ini.

Seperti giat Rembug bedas sebelumnya, Bupati Bandung bersama jajaran Perangkat Daerah hadir di tengah-tengah masyarakat dua desa tersebut pada sesi acara riungan sareng masyarakat Kabupaten Bandung Bedas untuk menggali informasi dan aspirasi masyarakat berkaitan dengan pengembangan ekonomi.

Berbagai ragam keluh kesah disampaikan warga kepada Bupati Bandung.

Pada pelaksanaan Rembug Bedas kali ini turut hadir para pemuda dan pemudi pencari kerja dan Bupati Bandung pun turut menampung keluh kesah masyarakat yang hadir pada kegiatan Rembug Bedas tersebut.

Dalam riungan tersebut para pelaku UMKM di Desa Margahayu Selatan menyampaikan harapan mereka agar ada perhatian permodalan dan pemasaran produk meraka.
“Kita suka bingung, ada produk namun pemasarannya kemana,” kata salah seorang warga.

Dalam hal infrastruktur, Warga juga mengungkapkan adanya bangunan di atas saluran air di Desa Margahayu Selatan yang menghambat aliran dan pemeliharaan saluran air tersebut. Selain itu ada besi yang mengganggu aliran air. “Setiap hari sampah tertahan di besi tersebut,” kata warga lainnya.

Dalam diskusinya dengan guru ngaji, para guru ngaji berharap ada pelatihan dalam upaya meningkatkan kualitas guru dan program umrah gratis untuk guru ngaji.

Menanggapi keluhan kesah warga tersebut Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa apa yang menjadi harapan warga tersebut bisa ditangani melalui program pentahelix,

khusus dalam penanganan sungai maupun aliran sungai di Desa Margahayu Selatan, Bupati Bandung mencontohkan penanganan sungai di Kecamatan Rancaekek, Ciwidey dan Ciparay melalui program pentahelix.

“Program pentahelix ini dengan menggunakan anggaran pribadi, bukan APBD. Mulai dari iuran untuk pembelian bahan bakar solar untuk operasional alat berat backhoe hingga kebutuhan lainnya,” katanya.

Bupati Bandung mengatakan, kegiatan Rembug Bedas ini dilaksanakan untuk desa-desa yang pada pelaksanaan Bunga Desa/Saba Desa belum terjangkau serta dalam upaya lebih mendekatkan silaturahmi antara dirinya dengan masyarakat.

Lebih lanjut Bupati Bandung mengatakan bahwa Pemkab Bandung sudah menyiapkan permodalan untuk para pelaku usaha. Bahkan untuk pemasarannya bisa melalui program Bedas Market yang akan segera di-launching, dengan melibatkan 10 orang per desa.

“Pemkab Bandung sudah menyiapkan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan jaminan, yang disiapkan di BJB dan BPR Kerta Raharja,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Bandung menjelaskan ada sekitar 16.000 pelaku UMKM di Kabupaten Bandung.
Selain itu Bupati Bandung mengatakan bahwa pihaknya akan memperhatikan atlet berprestasi. Apakah nantinya mereka diarahkan bekerja di perusahaan BUMD di antaranya BJB, PDAM, BPR Kerta Raharja.
“Atlet berprestasi bisa bekerja di BUMD. Kalau mau jadi PNS, saya tak bisa bantu. Para atlet berprestasi bisa ditampung dan nantinya disalurkan,” katanya.

Reporter:DK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *